Indonesia Science Project Olympied 2010

Sebuah pengalaman berkesan dapat ikut serta dalam suatu kompetisi bertajuk olimpiade apalagi skalanya nasional (ini baru keren). Sebuah kehormatan bagi saya mewakili sekolah tercinta ikut serta dalam sebuah ajang karya tulis yang dilaksanakan di Jakarta 2-5 Maret 2010 lalu (ini ceritanya flash back jauuuuuuh banget). Bersama sahabat saya dan guru pembimbing saya yang sangat saya cintai juga tentunya. Sekilas info saja, Indonesian Science Project Olympied atau ISPO adalah ajang 2 tahunan yang diselenggarakan oleh sebuah yayasan boarding school bernama PASIAD Indonesia (kalau gak salah sih, agak lupa soalnya). Ini kompetisi yang diikuti seluruh anak-anak bangsa se-Indonesia mulai dari jenjang SMP sampai SMA sederajat. Dan entah bagaimana bisa saya (kami) menjadi wakil dari sekolah tercinta bersaing dengan mereka-meraka yang lolos seleksi menuju final di Jakarta (it's amazing).

FLASHBACK

Semuanya bermula dari kelompok iseng anak anak ekskul Karya Ilmiah yang saat itu hanya menyisakan 4 orang aktif (sebenernya. yang satu ini saya yang sedikit males-malesan. Hehehehe...) Mendapat informasi tentang adanya lomba karya tulis yang bertaraf nasional (awal mula sih gak tertarik sama sekali) dari guru Karya Ilmiah tercinta kami. Awal mula kami berempat membagi diri atas perintah pembimbing menjadi dua team. Itu berarti satu team terdiri dari 2 orang. Kemudian kami diberi pengarahan dan disuruh mengeluarkan ide-ide yang ada di kepala kami. (Ini dia cerita serunya, saat temen-temen diskusi serius-seriusnya, saya malah ngantuk berat dan sesekali tertidur. Al hasil kena ketok kertas brosur sebendel dari pembimbing. Malu banget deh). Lanjut singkat cerita kami buat proposan dan akhirnya tiba saat hari terakhir pengumpulan proposan dimana masih harus minta tanda tangan kepsek, cap pos, dan segala keribetannya. Tapi syukur Alhamdulillah proposan bisa dikirim tepat waktu. Hari berlalu biasa-biasa saja sampai kamipun lupa pernah mengajukan proposal karya ilmiah tersebut.

Tiba pada saat itu sekitar Februari kami dapat surat dari pihak ISPO bahwa proposal kami diterima dan berhak menuju Jakarta ntuk melangsungkan pameran dalam rangka promosi dan pertanggungjawaban proposal kamu dalam bentuk product. Tapi sebuah kabar kurang mengenakan juga bahwa hanya satu dari team ini dari sekolah kami yang dipanggil menuju Jakarta. Dan entah harus bersyukur atau merasa sedih, saya tetap mengucap alhamdulillah.

PERSIAPAN

Waktu berlalu dan kami terus mempersiapkan prototipe dari proposal kami. Kadang sepulang sekolah atau hari libur. Dan bahkan lembur sampai malam sampai nginep di sekolahan. Tapi inilah perjuangan dan juga wujud pertanggungjawaban kami. Singkat cerita beberapa hari menuju bulam maret dan kami harus menyelesaikan segalanya. Masalah pun datang ketika guru pembimbing mulai ragu terhadap kinerja kami (Terutama kinerja saya yang dianggap kurang agresif). Tapi kami menunjuka keseriusan kami. Kami membagi tugas dimana saya mengerjakan bagian desai dari poster presentasi dan teman saya dibantu pembimbing menyelesaikan prototipenya. Dan alhamdulillah kerja keras kami berhasil membuahkan sebuah karya sederhana yang akan kami bawa ke Jakarta.

1 Maret 2010, dispensasi untuk izin selama 1 minggu sudah selesai diurus. Kami berangkat ke Jakarta beserta rombongan (Alhamdulillah pengalamamn baru travel dari Yogja - Jakarta). Kami tiba di penginapan P4TK Bahasa Jakarta. Kami beristirahat sejenak dan siangnya kami langsunh menuju Balai Sarbini untuk acara pembukaan. Kostum sudah siap yaitu baju adat jogja (Pertama kali pakai baju adat rasanya risih dan gak PD). Tiba saat acara sambutan oleh Mentri Pendidikan saat itu (Pertama kali ketemu Mentri). Bapak Bambang Soedibyo memberi sambutan sekaligus membuka acara ISPO 2010 ini. Lanjut pulang untuk besok persiapan pameran di Balai Kartini, Jakarta. Tapi sebelumnya mapir dulu ke Kantor Gubernur DKI Jakarta buat acara makan-makan. Tapi sayang gak ketemu Bapak Gubernus Fauzi Bowo saat itu.

PAMERAN

Hari H telah tiba saat itu 2 Maret 2010 dimana perjalanan pagi yang lumayan macet (Maklum, Jakarta) diiringi harap-harap cemas bagaimana nanti menjawab pertanyaan juri. Persiapan beberapa jam sebelum penilaian kami mempersiapkan stan, liat-liat stan peserta lain juga persiapan presentasi. Kami mendapatkan beberapa teman baru juga dan tidak lupa berbagi informasi dan pengetahuan yang kami punya. Ingat sekali kami menemuai teman sebelah kamar mereka dari Malang, saat itu mereka terlihat seperti peneliti muda yang berbakat (Mungkin begitu juga persepsi mereka kepada kami. Hehehe...).Sampai tiba saat presentasi dimana saya ingat juri meminta saya presentasi dalam Bahasa Inggris. Disini saya menjawab keraguan semua orang degan mempresentasikan proposan dan prototype saya dalam bahasa Inggris. Tidak begitu lancar tapi cukup memuaskan juri.

Hari berlalu kami lewati dengan presentasi, istirahat, dan begitu seterusnya sampai tiba saatnya pengumuman juara. Saat ini tepat 5 maret 2010. Menuju auditorium Balai Kartini Jakarta, kami harap-harap cemas menunggu hasi pembacaan juri terhadap penilaian yang telah dilakukan kepada kami. Doa demi doa terucap dalam hati sampai saat terakhir tidak juga disebutkan nama team kami dalam list juara. Saat itu juga kami lepas dari tekanan dan menerima apapun hasilnya. sempat terucap maaf kepada rekan satu team dan juga pembimbing. Semuanya menangis tapi akhirnya tersenyum berkat pengalaman berharga yang kami dapat.

SAYONARA

Kesempatan terakhir kami di Jakarta saat itu kami dapat kesempatan berfoto edengan Bapak Mentri Pendidikan Bambang Soedibyo (Yah bisa jadi kenang-kenangan). Saat itu pula kami kembali ke penginapan dan tidak butuh waktu lama, kami langsung melanjutkan perjalanan pulang. Hanya ucapan terima kasih dan maaf yang dapat kami haturkan Kepada pihak sekolah akan hasil yang kami dapat. Sambuatan hangat teman-teman seakan menjadi obat ampun untuk melupakan hasil yang kami dapat saat di Jakarta. Tapi saat itulah kami mendapat pengalaman berharga yang tak terlupakan untuk cerita anak cucu kami. Untuk cerita adik-adik kami suatu saat nanti.

INTERMEZZO

Sebuah pengalaman berharga di dapat dari perjuangan keras pantang menyerah. Percaya pada hal sederhana yang selalu ada di hati dan fikiran setiap orang yang kami sebut itu mimpi adalah hal mutlak yang akan membawa perbedaan dalam hidup ini. Terlepas dari hasil apapun yang kami dapat. Sebagian orang menilai itu penting, tapi bagi kami itu hanyalah hadiah atas seberapa keras perjuangan kita. Ketika keadaan berkata lain percayalah ada hal yang lebih besar menanti di depan. Jangan berputus asa. Setidaknya, kemarin kita telah mendapatkan proses, dan itulah yang terpenting. Seperti kata sebuah stiker keren orang iseng bahwa, "bukan IP yang akan kita bawa mati, tetapi proses mencari IP itulah yang penting".

Teruslah berkarya dan percayalah pada mimpi kalian. Karena hidup, kesuksesan, dan masa depan adalah mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan. :)

2 comments:

  1. Event ini dilaksanakan rutin setiap 2 tahun sekali. Untuk Infornya dapat dilihat di http://ispo.or.id/

    ReplyDelete
  2. ISPO sudah berlangsung selama 8 tahun, tak terasa waktu berjalan begitu cepat. :)

    ReplyDelete

Your comment is my spirit for writing. :)