Enter your keyword

kagung13.blogspot.com | kagung13@gmail.com

Ilmu dan Status Akademis

By On August 08, 2014
Sebuah hal mengelitik ketika kita bicara soal seberapa pentingnya gelar akademis untuk masa depan kita. Banyak diantara kita bertanya-tanya sampai bingung pusing 7 keliling memikirkan hal yang sebagian orang menganggapnya urgent, tetapi sebagian sisanya menganggapnya hal gak penting. Yah beginilah kehidupan, kadang ditangan seseorang suatu hal kecil menjadi sangat penting, tetapi menjadi benar-benar sepele bagi yang lainnya, begitu pula sebaliknya.

GELAR AKADEMIS (DIPLOMA VS SARJANA)

Secara umum program Diploma sama dengan Sarjana yang membedakan adalah kurikulumnya, Diploma memiliki bobot studi 60% praktek dan 40% teori, sebaliknya Sarjana memiliki bobot studi 40% Praktek dan 60% teori. Dengan penyusunan kurikulum yang seperti ini diharapkan lulusan Diploma ini akan siap untuk bekerja, sedangkan lulusan Sarjana diarahkan ke bidang riset dan disiapkan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi sampai jenjang akademis Doktor, sama halnya dengan SMA dan SMK.

Program diploma memiliki beberapa karakteristik seperti :
  • Mata kuliahnya bertujuan memberikan skill/vokasional
  • Masa studi 1 tahun (D1), 2 tahun (D2) dan 3 tahun (D3)
  • Membekali praktik lebih banyak
  • Tugas akhir berupa kerja praktik dan laporan
  • Melahirkan tenaga terampil berkualifikasi pendidikan tinggi formal ke dunia usaha/industri
  • Bergelar Ahli Pratama/A.P. (D1), Ahli Muda/A.Ma (D2) atau Ahli Madya/A.Md. (D3)
Bagi yang memutuskan pilihan sarjana terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, misalnya :
  • Masa studi berkisar 3,5 sampai 5 tahun.
  • Mendapatkan pendalaman teori yang kuat
  • Memiliki kemampuan riset dan analisis mendalam
  • Peluang mengikuti organisasi internal dan eksternal kampus lebih luas
  • Mendapatkan kesempatan magang di institutusi (perusahaan/pemerintahan/LSM)
  • Beberapa perguruan tinggi mewajibkan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
  • Tugas akhir berupa skripsi
  • Bergelar sarjana sesudah lulus

SEBERAPA PENTINGKAH GELAR AKADEMIS

Ketika kita berbicara seberapa pentingkah sesuatu hal, bertanyalah balik pada diri sendiri. Seberapa membutuhkannya dirimu akan hal yang kau anggap penting tersebut. Kita sedang bicara tentang gelar akademis. Menurut Anda seberapa pentingkah hal ini untuk diri Anda sendiri?

Banyak orang sukses memulainya dengan menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar akademisnya. Tapi tidak sedikit pula mereka yang sukses dengan tidak menamatkan pendidikannya. Bill Gates, Mark Zuckerburg, Steve Jobs, bukankah mereka adalah sebagian dari orang-orang sukses yang telah diakui kehebatanya. Bahkan mereka tidak sama sekali menyelesaikan pendidikannya, atau hanya bertahan beberapa waktu dalam studinya.

Tanpa sedikitpun menyepelekan pendidikan, usaha dan kerja keraslah yang sesungguhnya akan membawa kita dalam kesuksesan. Tidak adil jika kesuksesan datang hanya kepada mereka yang menyelesaikan serangkaian kewajiban kecilnya tanpa berusaha dan bekerja keras dalam hidupnya. Tapi jika kita berfikir, menyelesaikan pendidikan juga merupakan suatu usaha dan kerja keras juga bukan? Pikirkanlah!

BERFIKIRLAH TENTANG ILMU

Renungkan sejenak beberapa statment di atas. Apakah sebenarnya inti dari bahasan kita ini? Gelar akademis, kesuksesan, kepentingan, atau apa? Kita memang sedang membahas suatu hal yang akan membawa kesuksesan kita untuk masa depan? Apakah itu semata-mata gelar akademis yang kita peroleh, kita dapatkan dengan usaha dan kerja keras? Sebagian benar menurut saya, tapi sebagian lagi adalah sesuatu tentang inti sebenarnya yang sedang kita bicarakan, yaitu "ILMU". Yang terpenting bukanlah gelar akademis tetapi Ilmu yang akan kita dapatkan.

Menurut saya pribadi, hal terpenting adalah Ilmu. Jika ingin mencari dan mendapatkan, maka cari dan dapatkanlah Ilmu. Karena bukankan suatu kebenaran yang jelas bahwa menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Bahkan pepatah-pun mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Dalam hal ini ilmulah yang akan dihargai dan kita gunakan dalam kehidupan kita, dalam rangka mencari dan menuju sebuah kesuksesan. Yang kita perlu lakukan adalah memahami bagaiman ilmu itu akan dihargai melalui jalan yang akan kita tempuh. Apakah ilmu itu akan dihargai dengan sebuah bukti otentik, atau sekedar bukti nyata dalam praktek, atau bagaimana? Hal itulah yang sebenarnya harus kita pahami.

Jika dalam suatu kasus Ilmu yang kita peroleh akan dihargai dengan sebuah gelar akademis dengan bukti otentik sebuah ijazah, maka carilah izajah tersebut dalam rangka kita mencari ilmu. Tetapi perlu diingat, kadang kita salah memahami hakikat sebenarnya mencari ilmu. Ketika ilmu itu dihargai dengan sebuah bukti ijazah, banyak mungkin diantara kita yang terjebak pada hasil saja, yaitu mendapatkan ijazah, bukan ilmu itu sendiri. Tetapi perlu diketahui juga bahwa ilmu kadang tidak membutuhkan adanya pengakuan otentik, karena ilmu akan terlihat secara sendirinya melalui sebuah kerja nyata dedikasi terhadap ilmu itu sendiri. Dan inilah sebenarnya yang penting daripada sekedar bukti otentik yang bisa dibuat semau pihak-pihak tertentu.

INTERMEZZO

Dalam hal apapun, dalam profesi apapun, percayalah ilmu akan berguna sebagaimana pedang yang akan selalu berguna dalam perang, sebagaimana pena yang akan selalu berguna untuk menulis. Ilmu adalah sangat penting dalam kita menjalani kehidupan ini. Ilmulah yang membuat kita tahu bersopan santun, ilmulah yang membuat kita bisa melakukan jual beli, dan ilmulah yang membuat kita bisa melakukan segala kegiatan sosial hingga terciptanya kerukunan. Maka, berfikirlah pada ilmu, renungkanlah bagaimana ilmu dapat dihargai, kemudian lakukanlah!

Popular

Kurnia Agung Pamungkas a.k.a kagung13, Seorang blogger yang percaya bahwa menulis adalah cara terbaik mengabadikan moment dan pemikiran berharga dalam hidup.

Total Pageviews