Review Film, Into The Wild

Mengobati kerinduan akan adventuring, saya coba nonton beberapa film bergenre adventure dan inilah yang saya temui kala menonton film Into The Wild. Kisah petualangan yang sangat mengispirasi bagi sebagian orang, meninggalkan kepalsuan dunia dan hisup menyendiri berkumpul dengan alam. Entahlah, kata-kata berkumpul dengan alam mungkin dimaknai berbeda bagi sebagian orang.
Film ini merupakan salah satu film biografi terbaik yang mengangkat kisah nyata kehidupan Christopher McCandless yang penuh drama, menjelma menjadi Alexander si Petualang Super -- menggantungkan hidup pada alam sepenuhnya, mengabaikan risiko apa pun, dan mencoba bertahan di tengah kebekuan dan kesunyian Alaska, The Last Frontier, dataran kejam yang tak kenal belas kasihan.

Cerita film ini dimulai saat Chris tiba di daerah terpencil sisi utara Taman Nasional Denali di Alaska pada Mei 1992. Dia menemukan sebuah bus ajaib yang terabaikan pemilikinya, dan menjadikannya sebagai tempat tinggal di alam liar itu. Pada awalnya, Chris sangat puas dengan kesendiriannya di alam liar, dengan keindahan alam jauh dari peradaban manusia yang sangat dibencinya. Dia berburu hewan, membaca buku, dan menulis buku harian sepanjang waktu.

Dua tahun sebelumnya pada Mei 1990, McCandless lulus dengan pujian yang tinggi dari Universitas Emory di Atlanta, Georgia. Tak lama setelah itu, McCandless menolak kehidupan konvensionalnya dengan menghancurkan semua kartu kredit dan dokumen identitasnya. Dia menyumbangkan hampir semua seluruh tabungan kuliahnya sebanyak $ 24,000 untuk Oxfam. Namun, McCandless tidak memberitahu orangtuanya Walt (William Hurt) dan Billie McCandless (Marcia Gay Harden) atau adiknya Carine (Jena Malone) tentang apa yang dia lakukan atau kemana ia akan pergi, dan menolak untuk tetap berhubungan dengan mereka setelah kepergiannya, meninggalkan orang tau dan adiknya yang semakin cemas karena kehilangan Chris yang dibanggakan, hingga akhirnya putus asa dalam pencarian tanpa hasil.

Tetapi kisah petualangan yang begitu berani ini harus berakhir tragis dengan sebuah drama, dimana seorang Alex dalam cerita ini yaitu Cristopher sekarat di akhir hidupnya akibat tumbuhan beracun yang dimakannya kala kelaparan benar-benar menghampirinya, saat tak ada satu hewanpun lagi yang dapat diburu saat itu. Di akhir kisahnya, diceritakan dalam film ini, terdapat beberapa nilai dan pesan moral yang dapat diambil. Kalian musti lihat sendiri dan temukan sendiri hal tersebut.

Satu kalimat yang mungkin sangat tegambar di otak yaitu, "Happiness Only Real When Shared".
Silahkan, artikan sendiri. :)
Foto Asli Christoper McCandless (Alexander Supertramp) yang di temukan di dalem kameranya

No comments:

Post a Comment

Your comment is my spirit for writing. :)