Enter your keyword

kagung13.blogspot.com | kagung13@gmail.com

Cerita Tentang Sore, Hujan, dan Dingin

Februari 8, 2016

Saat hujan mulai turun ketika matahari mulai bersiap digantikan sinarnya oleh bulan. Hujan sering turun beberapa hari belakangan ini waktu sore. Ketika kemarin tak kutemui hujan sama sekali, kali ini hujan turun begitu derasnya hingga sedikit menggangguku untuk berangkat kerja. Mengganggu mood yang tadinya bersemangat menjadi syahdu. Hujan selalu membawa kesyahduan tersendiri bagi sebagian orang. Dan sebagian dari mereka adalah saya. Hujan ibarat membawa pesan-pesan bermakna entah dari siapa kepada siapa. Mungkin pesan dari laut untuk tanah atau pesan dari angin untuk laut, atau langit untuk bumi dan mungkin kamu untukku.

Telah kutemui beberapa hujan di beberapa tempat selama 23 tahun ini. Rasanya tak banyak menakutkan. Hujan hanyalah mengubah persepsiku tentang suasana saat itu berlangsung. Semuanya normal, hanya saja saat ini sekitarku penuh dengan air. Berada di bawah hujan, menyentuhnya dan menyapanya menjadi kesenangan tersendiri untukku. Hanya suara petir yang begitu dahsyadnya aku ingat kala itu membuatku roboh karena berusaha melindungi diri. Kemudian berjalan menuju tempat yang kurasa lebih aman. Tak begitu menakutkan. Bahkan saat aku sedang sendiri di atas sana. Berdua tapi serasa sendiri menikmati tetesan hujan dari dalam terpal ajaib penghalang hujan. Kuingat setiap ritmenya kala itu. Tik tik tik, dan semakin deras. Dengan ritme cepat kemudian melambat kemudian cepat lagi. Kuingat sebagian dari mereka menyelinap masuk tanpa permisi. Memenuhi isi rumah temporer kami yang memang masih tersisa sangat luas saat itu. Tak ada pilihan lain selain mengeluarkan mereka karena mereka tentu tak dapat keluar sendiri. Dingin menusuk kulit saat kusentuh dia yang berkumpul di pojok ruangan. Sedikit demi sedikit akhirnya hanya tetesan yang tersisa.

Cukuplah merenung bersama hujan, memejamkan mata adalah salah satu cara lain menikmati hujan. Memejamkan mata kemudian terlelap di bawah hujan dengan sesekali dibelai mesra tetesannya, dengan sesekali tersadar tapi tetap terpejam karena hawa dinginnya. Menunggunya berlalu sambil merasa terjaga dengan kehangatan yang juga dibawanya, air dan hujan.

Catatan tentang sore, hujan, dan dingin. Februari 8, 2016. @kagung13

1 comment:

Your comment is my spirit for writing. :)

Popular

Kurnia Agung Pamungkas a.k.a kagung13, Seorang blogger yang percaya bahwa menulis adalah cara terbaik mengabadikan moment dan pemikiran berharga dalam hidup.

Total Pageviews