Kompetensi, Solusi Jitu Masalah Pengangguran

Bicara masalah penggangguran, tak ada habisnya pembahasan mengenai itu. Bahkan penekanan angka pengangguranpun setiap harinya serasa tak pernah terdengar kabarnya. Yah, lulus kuliah, mendapatkan ijazah, ipk, dan gelar, merupakan impian sebagian orang dari kita. Mahasiswa, Wisudawan, Sarjana, Diploma, jenjang yang mereka sebagian dari kita pilih dalam hidupnya. Lalu, setelah semua fase tersebut, dunia kerja-lah fase berikutnya yang kemudian harus dijalani.

Ibarat jika sebagian dari kita mendaftar kuliah, dengan berbekal hasil Ujian Nasional SMA/SMK kita, ditambah beberapa tes akademik, dan rentetan test penjaringan lainnya, masuk dunia kerja tak banyak berbeda dari segi prosesnya. Di dunia kerja, atau sering kita sebut rekruitmen banyak sekali dilakukan untuk memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan. Jika melihat statistik, rekruitment banyak sekali dilaksanakan setiap harinya oleh berbagai perusahaan baik kecil, menengah, hingga besar. Para pelamarnya pun banyak sekali dari lulusan perguruan tinggi yang saat ini kita sebut pengangguran.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat usia produktif yang cukup tinggi. Dibanding dengan jepang misalnya. Di negara tersebut, dipenuhi pensiunan lanjut usia dengan umur panjang. Terlebih di Jepang sedikit sekali dari mereka yang mau menikah, jika pun menikah, tak banyak dari mereka yang ingin mempunyai banyak anak. Sedangkan di Indonesia, anggapan banyak anak banyak rejeki masih dipegang teguh beberapa orang.

Lalu, kenapa masih banyak sekali penganggurang? Kita lihat terlebih dahulu statistiknya :
Sekitar 7,5 juta jiwa penduduk Indonesia menyandang status pengangguran terbuka, yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja dan benar-benar menganggur dengan tidak memperoleh income. Nah, yang lebih memprihatinkan lagi, 680 ribu orang diantaranya adalah lulusan perguruan tinggi yang mempunyai ipk, ijazah, dan gelar.
Nah, pertanyaan kemudian muncul kenapa hal ini terjadi, padahal kita tahu lowongan kerja banyak sekali kita lihat setiap harinya. Di surat kabar misalnya, iklan di televisi, belum lagi media online. Lalu kenapa masih banyak pengangguran padahal 680 ribu jiwa diataranya adalah lulusan perguruan tinggi yang notabene masuk dalam kriteria rekrutmen banyak perusahaan.

Jawabanya adalah sebagai berikut :
Perusahaan membutuhkan SDM yang berarti ada kebutuhan  dan SDM membutuhkan pekerjaan yang berarti ada supply. Lalu kenapa masih saja ada pengangguran. Hal ini disebabkan karena kebutuhan perusahaan terhadap SDM adalah kompetensi, sedangkan yang ditawarkan SDM adalah IPK, Gelar, dan Ijazah. Nah dari sini sudah jelas terlihat tak ada kecocokan antara kebutuhan dan supply.
Dari jawaban di atas tentu jelas Kompetensi lah yang berar nyata dibutuhkan perusahaan, bukan sekedar gelar, IPK, dan ijazah. Sedangkan sejak dari dulu di lowongan pekerjaan selalu tertulis, dibutuhkan lulusan D3, S1, atau S2. Bukankah seharusnya di lowongan pekerjaan tertulis, dicari karyawan lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi bla bla bla sesuai dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).

Apa itu KKNI dan penjelasan lengkap tulisan di atas dapat dilihat di video berikut :


No comments:

Post a Comment

Your comment is my spirit for writing. :)