Enter your keyword

kagung13.blogspot.com | kagung13@gmail.com

Piknik Dadakan Jaddih Madura

By On March 19, 2016
Latepost banget, setahun yang lalu, Maret 2015. Ketika Jaddih belum seterkenal sekarang, ketika Jaddih belum seeksotik sekarang, dan ketika Jaddih belum ditutup sementara seperti sekarang (Info penutupan : tribunnews).
Madura, saat pertama kali saya menginjakan kaki di Pulau yang berada di sebelah timur laut Jawa Timur ini untuk menikmati beberapa wisata alamnya atau bisa dibilang sekedar lari sejenak dari yang tadinya tidak punya kegiatan kemudian mencari-cari kegiatan. Saat itu pagi dengan tak ada satupun kegiatan. Sayang sekali jika satu hari saja terlewatkan tanpa ada kegiatan bagi saya, langsung saja menghubungi beberapa kolega dan entak bagaimana kejadianya pun saya lupa hingga tercetuslah "Madura", sehingga saya menyebutnya piknik dadakan.

Akses dan Lokasi

Tak membuang waktu saat itu tengah hari kami sudah menyebrang ke Pulau Madura dan sampai di wilayah Bangkalan. FYI : Akses dari Surabaya ke Madura bisa melewati jalur darat melewati jembatan Suramadu. Lama perjalanan sampai Bangkalan kurang lebih 1 - 1,5 jam melewati jembatan ini. Akses dari Bangkalan melewati jalur pedesaan yang khas, berliku dan berbatu hingga sampai di sebuah pertigaan yang khas dengankapur, itulah akses masuknya. Sesampainnya di Bangkalan, Madura karena ada teman kami yang berdomisili di daerah sini, tak sulit segera mencari tempat bernama Jaddih.

Review Lokasi Wisata

Jaddih sebenarnya adalah nama sebuah desa di wilayah Bangkalan, Madura yang entah bagaimana keeksotikan Bukit Kapurnya menjadi daya tarik tersendiri dan melejitkan nama Jaddih tersebut. Bukit Kapur ini sebenarnya adaah sebuah lokasi tambang kapur di Bangkalan, Madura, yang banyak keluar masuk truk pengankut kapur, alat berat pembuka jalur dan pengeruk kaput, juga penambang dengan perlatan lengkapnya. Terdapat kolam renang alami yang entah bagaimana itu bisa terbentuk, yang saat kunjungan saya waktu itu agak lumayan banyak orang-orang yang berenang disana. Sebelum masuk kawasan tambang ini ada sebuah goa yang terbentuk akibat aktifitas penambangan yang sering disebut Goa Potee.

Unik dan Asik

Nah di bagian puncak dari bukit ini asih terdapat lahan hijau yang asik banget kalau buat piknik se-geng, hunting foto dan menikmati sunset. Ini dia keunikan tempat wisata ini. Waktu paling bagus berkunjung pagi atau sore karena siang hawanya panas dan mungkin berdebu, karena aktifitas penambangan. Asik banget pas sore buat menikmati sunset, seperti pas waktu saya berkunjung, sayang banget waktu habis di bawah menikmati bukit kapur dan pemandangan tambang. Saran aja estimasi waktu yang bagus, jangan terpaku di bukit kapur, tapi coba eksplore ke atas, bukit hijaunya.

Bukit Jaddih ini sebenarnya tempat wisata yang masih belum ramai setahun yang lalu, belum se-hits beberapa waktu belakangan dimana foto istagram dan medsos dengan  hastag #bukitkapur, #bukitjaddih, #exploremadura terpampang view tempat wisata ini dengan berbagai macam pose pemilik akunnya. Untuk kondisi saat ini mungkin telah banyak berbeda, ditambah dengan kabar terakhir adanya penutupan tempat ini untuk beberapa waktu hngga waktu yang belum ditentukan.

Pantai Payung Teduh, Pok Tunggal

By On March 15, 2016
Kenapa saya bilang Pantai Payung Teduh? Nih coba bandingin :
Review dikit nih, Payung Teduh itu kelompok musik beraliran jazz (kalo gak salah) dengan lagu-lagunya yang easy listen, syahdu tapi asyik. Komposisi kelompok sama konsep mangunggnya ngingetin saya tiap kali tampil ngisi acara teater jaman sekolah dulu. "Jan nostalgi(L)a". Langsung check aja di google (key : Payung Teduh).

Skip ngomongin Payung Teduh, kita balik ke Pok Tunggal. Nah Pantai ini tergolong baru nih, jadi masih bagus. Baru beberapa bulan lalu saya tahu statusnya baru. Paling sekarang udah familiar banget. Kalu review pantainya sih bagus, keren, mau guling-guling juga bisa karena pantainya tergolong luas. Pasirnya juga bagus dengan sedikit karang, artinya dari pasir langsung ke air gak lewat karang.
Pantai ini diapit 2 bukit, di sebelah barat bernama Bukit Pok Tungga Asri dan sebelah timur Bukit Pojong. Kedua bukit ini juga dikembangkan menjadi tepat wisata. Kita bisa naik dan melihat pemandangan laut dari atas, juga pemandangan sunset. Nah ada jembatan bambu khas untuk menuju salah satu bukit, dan pintu kayu sederhana dengan kotak restribusi "seikhlasnya".

Akses dan Lokasi 

Pantai ini letaknya berada di tengah. Saya sebut di tengah karena jika pantai Baron, Krakal, Kukup, Drini, Indrayanti itu letaknya bersebelahan, pantai ini letahnya agak menyimpang sebelum deretan Pantai Siung, Ngrenehan, Nglambor,Wediombo. Jalurnya pun dari jalan utama masih masuk sekitar 2 km dengan kondisi jalan yang berbatu belum aspal. Jadi kudu ekstra hati-hati. Jalurnya dari Pos Gardu Restribusi Lurus ke Timur sampai ketemu Indrayanti, Lurus lagi ke timur. Lurus aja nanti kelihatan Plakatnya belok kanan masuk Pantai Pok Tunggal. Nah dari sini, hitung jarak 2 km sampai tujuan.

Pantai Pok Tunggak ini jadi favorit saya dari sekian Pantai yang saya kunjungi hari itu. Kenapa favorit. Karena saya lihat ada tenda pas mau naik ke atas bukitnya. Itu artinya disini banyak yang juga camping buat menikmati sunset. Nah karena saya ini orangnya suka sama kegiatan camping, jadi sudah bisa ditebak alasannya.

"Wis pokoke jos", tempatnya nyaman, ada beberapa pohon yang teduh di bagian ujung pantai sebelum bukit, yang disini ini biasa jadi camping ground, ada jembatan bambu yang asik banget buat lihat sunset, dan yang pasti ada penjual makanan yang bisa memudahkan kita ngisi perut, daripada repot-repot bawa logistik dan alat masak. :) Dan yang terakhir sensasi baru nya itu lho yang bikin nyaman. Masih bersih, alami, dan bonus ada toiletnya. Hehehe..

Pasir yang Luas, Mereka Menyebutnya Wediombo

By On March 15, 2016
Wediombo, Sebuah pantai yang letaknya agak menyimpang dari deretan Pantai di Gunungkidul ini memiliki kontur yang unik. Pasir putih dengan bibir pantainya yang luas, mungkin bisa seluas Parangtritis yang terkenal luas. Mungkin bedanya jika Parangtritis luasnya terbentang lurus, kalau ini terbentang berliku. Nah untuk tahu maksudnya terbentang berliku, bisa deh main-main langsung kesini. Panti langsung ketemu deh jawabannya.
Balik ke "Wediombo". kata wediombo terdiri dari 2 penggalan kata yaitu wedi yang berarti pasir dan ombo yang berarti luas. Nah dilihat dari namanya udah keliatan kenapa saya bilang pantai ini luasnya bisa disejajarin sama Parangtritis.  Pemandangan Pantai yang luas terbentang berliku dengan hamparan karang yang besar yang banyak di sepanjang bibir pantainya, akan sangat indah jika ditemani sunset sore harinya.

Kultur dan Kepercayaan

Seperti halnya masyarakat perdesaan yang memiliki tradisi mengucap syukur setelah panen, di Pantai Wediombo ini juga terdapat upacara adat tersebut yang dikenal dengan nama Ngalangi. Upacara ini digelar setahun sekali oleh penduduk setempat sebagai ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen yang melimpah serta untuk memohon rejeki yang lebih di tahun-tahun mendatang. Panen yang dimaksud bisa berupa panen hasil tangkapan laut maupun panen hasil ladang.
Prosesi upacara akan diawali dengan merentangkan gawar (jaring dari pohon wawar) saat air pasang dari bukit Kedongkowok hingga wilayah pasang surut pantai. Setelah air surut, warga akan menangkap ikan-ikan yang terjebak di gawar dan memasak ikan tersebut. Kemudian akan dilakukan kenduri besar berupa makan bersama seluruh warga. Sebagian kecil ikan tangkapan tersebut akan dilarung ke lautan bersama tumpeng dan sesaji lainnya.
(http://www.njogja.co.id/)

Akses dan Lokasi

Pantai Wediombo ini terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Kalau kebanyakan orang tahu letak Girisubo - Saptosari (Letak kebanyakan pantai di Gunungkidul) adalah lumayan jauh. Nah, jika megunjungi Pantai ini bisa sepaket dengan Pantai Siung, Nglambor, Watulumbung, Ngentun, dan Pantai baru lainnya karena bisa langsung mengambil jalur akses Semanu - Cuwelo - Tepus. Jika kebanyakan jalur umum yaitu dari pusat kota Wonosari mengambil jalur ke selatan menuju Karangrejek - Mulo kemudian terus ke timur yang akhirnya bisa juga sampai ke Pantai Wediombo ini. Tetapi aksesnya sangat jauh, Nah jika melewati semanu, dari Pusat kota Wonosari kita mengambil arah timur langsung menuju Semanu - Cuwelo - Tepus yang kemudian sampai menuju Girisubo. Nanti ada sebuah persimpangan jalan jika ke selatan menuju pantai Indrayanti, Pok Tunggal, Drini, Kukup, dsb. Nah kita ambil lurus maka ketemulai Pantai-pantai sepaket sana Wediombo ini.

Pantai Wediombo ini memiliki banyak sekali pepohonan di daerah sekitar pantainya sehingga kesan hijau, sepi, dan sejuknya sangat terasa. Ditambah pemandangan sunset yang sangat indah. Tempat yang nyaman juga untuk memancing karena banyak karang yang dapat dignakan untuk duduk-duduk ria memancing dan menikmati keindahan pantai ini.

Pantai Watu Karang Krakal, Find Your Surfing Spot

By On March 13, 2016
Pantai Krakal merupakan pantai yang merupakan satu deret wilayah pantai di Gunungkidul. Kata "krakal" diambil dari bahasa daerah setempat (kalau di daerah saya) krakal berarti batu batuan yang besar seperti karang yang berda di laut yang biasanya bertekstur lancip. Nah asala mula dinamai Pantai Krakal ini tentu karena tekstur pantainya yang banyak sekali terdapat bebeatuan (krakal) di daerah sini.

Layaknya di Pantai Kukup, pantai krakal memiliki beberapa Plau yang dapat disinggahi untuk melihat pemandangan pantai yang cukup bagus. Dari sini jika melihat ke arah timur akan bisa dilihat deretan pantai-pantai di Gunungkidul ini.

Askes dan Lokasi

Pantai Krakal terletak di Desa Ngestiharjo, Tanjungsari, Gunungkidul. Dari Yogyakarta pantai ini berjarak 65 km dan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan. Satu deret dengan Pantai Di Gunungkidul melalui POS Gardu Restribusi.

Langsung saja Check Krakal on Frame :
Menurut beberapa sumber postingan di artikel lain, ada yang mengatakan bahwa di sini bisa digunakan untuk surfing karena ombaknya yang cukup bangus dan tinggi. Tetapi, bagi yang memang kepingin sekali surfing, mereka-mereka harus mencari sendiri spot surfing mereka, karena harus terlebih dahulu berjalan melalui batu karang yang banyak terdapat di bibir pantai, yang jaraknya cukup lumayan. Dan tetapi yang kedua, saat kunjungansaya, tak terihat satupun yang melakukan olahraga surfing ini. Mungkin masih kurang familiarnya pantai ini dan peralatan yang bisa dibilang cukup mahal. :)


Pulau Karang dan Pantai Nan Cantik itu Bernama Drini

By On March 13, 2016
Nama Drini sebenarnya diambil dari Pulau Karang yang terpisahkan sungai kecil yang mengalir diantara bibir pantai dan Pulau ini. Pantai Drini ini bisa dibilang cantik, karen pantainya memang sangat bagus, tak terlalu luas tapi cukup membuat lelahjika menyusurina. Pemandangan dari atas Pulau Drini ini pun sangat bagus. Makanya tak berlebihan jika saya menyebutnya dengan kata-kata, "Drini yang Cantik".

Lokasi dan Akses

Pantai Drini ini merupakan pantai yang letaknya sederet dengan pantai Kukup yang pernah dibahas pada postingan sebelumnya (Lihat potingan Pantai Kukup). Terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Dari Pantai Kukup kita berjalan lurus beberapa ratus meter ke timur lagi kemudian bertemulah dengan Pantai Drini ini. Tak perlu takut terlewat, Plakat penunjuk jalannya sangatlah jelas. Nah, jika akses dari kota Jogja jaraknya sekitar 60 km atau dapat ditempuh dalam waktu 2-3 jam tergantung kondisi jalan (ramai atau sepi). Atau dari kota Wonosari, lurus saja mengikuti plakat ke arah selatan melintasi desa Karangrejek, Mulo, langsung lurus saja bertemu dengan Gardu Pos Restribusi. Sama dengan akses ke Pantai di Gunungkidul lainnya, jalan sudah beraspal dan bagus.

Drini Nan Cantik

Drini sendiri merupakan nama Pulau Karang yang memisahkan 2 bagian Pantai Drini ini. Di sebelah Barat adalah tempat kapal nelayan berlabuh dan sebelah timur adalah pantai yang sepi dan eksotik untuk dinikmati dengan tenang bersama deburan ombak dan hembusan angin yang keduanya menyapa dengan lembutnya. Terdapat beberapa gazebo-gazebo yang dapat digunakan untuk beristirahat menikmati pantai dari sedikit ketinggian, sambil menikmati mie dan air putih dingin yang alhamdulillah mengenyangkan perut.
Ada cerita,konon di pulau ini banyak tumbuh pohon "santigi" yang oleh penduduk lokal disebut tanaman Drini yang dapat menangkal bisa ular.
Pulau Karang bernama Drini in dapat dikunjungi denganmenyebrangi sngai kecil yang memisahkannya, jika air laut surut, kita bisa langsung menuju ke Pulau ini dngan mudah, tetapi jika pasang, haus sedikit berhati-hati karena air bisa sampai sebatas dada orang dewasa.

Tanah Lotnya Gunungkidul, Pulau Jumino Pantai Kukup

By On March 13, 2016
Pantai Kukup, beberapa orang menyebutnya Tanah Lotnya Jogja. Kalau saya sih cenderung lebih seneng bilang Tanah Lotnya Gunungkidul (Ya karena saya sedang membahas Pantai Gunungkidul, biar nyambung aja). Seperti Tanah Lotnya Jawa Timur yangdipegang Pantai Balekambang yang berada di kota Malang, Jawa Timur beberapa juga menyebutnya Tanah Lotnya Malang, Jadi pada bahasan ini kita sebut Tanah Lotnya Gunungkidul, atau Tanah Lotnya jogja deh gak papa, whatever you want. :)
Bicara Tanah Lot identik dengan pulau kecil ditengah laut yang tak jauh dari bibir pantai. Selaras dengan di Pantai Kukup ini. Terdapat sebuah Pulau yang berada agak di tengah laut tetapi tak jauh dari bibir pantai. Dihubungkan dengan sebuah jembatan sehingga mirip sekali dengna Tanah Lot yang ada di Bali. Pulau inilah yang disebut Pulau Jumino. Sebuah Pulau karang yang menjadi sot keren untuk melihat pantai juga sunset. Tempat yang nyaman juga untuk beristirahat dan duduk santai menikmati pantai, angin beserta ombaknya.

Lokasi dan Akses

Oke, move on dari bahasan tanah lot, sedikit kita eksplore Pantai Kukup ini. Mulai dari aksesnya, untuk menuju Pantai Kukup ini cukup mengikuti arah plang menuju Kabupaten Gunungkidul dari Pusat Kota Jogjakarta. Sesampainya di Kota Wonosari, yaitu Ibu kota kabupaten Gunugkidul, ikuti lagi plakat menuju arah Selatan melewati desa Karangrejek, Mulo, kemudian tinggal lurus mengikuti plakat melewati daerah hutan hingga bertemu gardu intu masuk pantai Gunungkidul. Perjalanan dari pusat kota Wonosari kurang lebih 30 - 45 menit terantung ramai tidaknya karena jalanan hutan yang masih terbilang sempit walaupun akses jalannya sudah sangat nyaman (aspal). Masuk Gardu pos langsng sangat jelas tertera patai-pantai yangbisa dikunjungi di lakat sepanjang perjalanan. Jarak per pantai paling 5 menit saja.

Exploring Pantai Kukup

Oke setelah berhasil masuk di kawasan pantai Kukup, kita bisa liat menuju bibir pantai akan banyak pedagang yang berjualan souvenir dan makanan khas. Nahdi sekitar sini juga erdapat homestay yang bisa digunakan untuk acara menginap ataupun outbond. Nah dari jalan ini, saat menginjakan kaki di pasir, terlihat sebelah kiri depan kita sebuah tebing karang dengan akses tangga dan jembata. Nah itu dia Pulau Jumino yang kita sebut Tanah Lotnya Gunungkidul tadi.

Nah seperti di pantai kebanyakan, pasir, ombak, air dan angin lah hal-hal yang akan sangat berhubungan erat. Tak lupa kamera dan pose-pose cantik dengna background yang cantik pula tentu menjadi incaran setiap orang. Tak terkecuali saya dan temen-temen sekalian tentunya. Nah langsung saja bisa dinikmati sebagian capture foto Pantai Kukup dengan kamera handphone jadul saya. Untuk kenikmatan yang lebih nikmat, tentunya sangat dianjurkan untuk datang langsung ke Pantai Kukup ini,sekalian menikmati sunset dan sensasi menginap di homestaynya atau alternatif camp dengan menyewa tenda tentunya. Atau juga yang lebin menantang, tidur dengan alas matras dan sebuah selimut di pasir pantai (tapi itu sangat tidak disarankan).

Pantai Kukup On Frame


Ngomongin Pantai, Gunungkidul Juaranya

By On March 12, 2016

Menelisik ke judul postingan kali ini, tentu jadi bahasan yang menarik. Kata "juara" bisa diartikan surganya pantai atau juga bisa diartikan yang paling keren, pokoknya yang ter-bla bla bla. Ditambah lagi masih sedikit yang menjamahnya, jadi masih alami dan semoga tetap terjaga. Itu menurut kagung13. Hehehehe.. Yah kalau dibandingin sama pantai-pantai eksotik yang udah duluan terkenal, emang mungkin agak kalah pamor, tapi bicara soal pamor, gak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan, wisata pantai akan pindah ke Gunungkidul, bukan cuma Pantai Kuta yang terkenal di Bali dan pantai-pantai lainnya di seluruh Indonesia.

Bicara kuaitas, pantai di Gunungkidul gak kalah keren, gak kalah nyaman buat menikmati angin dan air, dan gak kalah ngehitz buat para pengincar foto. Ditambah lagi kalau bicara kuantitas, pantai di sini ada banya, bisa sampai puluhan. Jadi kita bisa mengunakan frame yang berbeda beda tetapi masih dalam satu tema yaitu pantai dalam sekali jalan.

Pantai di Gunungkidul memang terkenal dengan deretannya dari ujung ke ujung. Setiap persimpangan jalan utama pesisir pantai, menuju ke suatu pantai, berjalan lagi beberapa meter ada persimpangan jalan, udah pantai lagi. Pokonya banyak banget deh pantai di sini. Nah buat sekali jalan mungkin temen-temen bisa mengunjungi 4-5 pantai tergantung lama enggaknya, dan cara menikmati satu pantai versi kalian.

Dan yang gak kalah seru, pantai di sini merupakan pantai dengan variasi yang lengkap dimana kita bisa nge-camp buat yang mau menikmati indahnya sunset ala pantai di pantai Pok Tunggal misalnya atau hampir di sebagian pantai bisa digunakan buat camp. Snorkling gak perlu jauh-jauh ke luar Pulau Jawa sekarang buat kalian yang berdomisi di Jawa, pantai Nglambor salah satunya. Dan buat yang suka banget sama adrenalin, bisa ikut kegiatan Panjat Tebing di Pantai Siung atau nih yang lebih menantang naik kereta gantung di Pantai Timang dengan sensasi ombak yang besar saat melihat ke bawah (Kalau jatuh, byuuuurrrr. Hehe). Tapi tenang, Insya Allah save kok disini dan udah jadi sensasi mantai tersendiri buat yang pada berkunjung ke sini. Dan buat yang punya acara outbond, pantai di Gunungkidul cocok banget buat tujuannya, Pantai Kukup misalanya, ada fasilitas homestay yang emang disediaiin buat acara semacam outbond yang saya pernah mencicipinya sekitar 5 tahun yang lalu waktu masih makan bangku sekolah. :)
Nah saking banyaknya pantai-pantai di Gunungkidul, tentunya bisa jadi variasi traveling buat yang mau menikmati Jogja, terkhusus Gunungkidul. Buat ngabisin tempat wisata alamnya disini jelas gak akan cukup hanya 1 atau 2 kali jalan. Belum lagi kalau mau ruang lingkup yang lebih luas, yaitu Jogja. Bakalan ngabisin waktu bebulan-bulan. Hehehe.

Jadi soal "Ngomongin Pantai", bisa kita share perlahan-lana sesuai jadwal traeling kita. :) Beberapa Review Pantai yang bisa dijadiin tujuan wisata temen-temen sekalian yang pingin tahu informasi dan cerita apa yang kita-kira bisa dibuat disana, bisa dibaca-baca beberapa postingan berkaitan Pantai melalui Link di bawah ini, atau langsung aja cari di link Jejak Kegiatan - Beach atau masuk ke kategori posting "Beach". Oke, let's begin the story.
  • Pantau Baron
  • Pantai Nglambor
  • Pantai Ngentun
  • Pantau Siung
  • Pantai Indrayanti
Nah beberapa link sudah aktif dan beberapa link masih kosong, dan beberapa nama pantai belum tertulis itu artinya belum sempet di kunjungi jadi gak bisa review dulu (harap maklum). Seperti udah dibilang di atas, buat ngabisin pantai di sini, butuh waktu yang lama ketika kita bicara kuantitas, dan akan tambah lama jika kita bicara kualitas, artinya ketika ketemu 1 pantai keren (artinya kualitasnya bagus) pasti betah dan akhirnya 1 hari cuma dapet 1 pantai. Tapi yang terpenting, nikmati apa yang bisa dinikmati saat ini, puas-puasin lah, buat cerita dan kenang-kenangan versi Anda, dan jangan lupa bersyukur, tetep rendah hati dan selalu inget sama Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

Review Pre-Launching Surabaya North Quay

By On March 05, 2016
Surabaya North Quay, akhirnya tak perlu jauh-jauh nongkrong ke Foot Juction atau Food Festival buat menikmati meriahnya makanan stand UMKM dan suasana nongkrong yang nyaman. Disini, beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan Pre-launcing Surabaya North Quay (SNQ).

Ya berlokasi di kawasan Terminal Penumpang Gapura Surya Perak, hanya beberapa menit dari kediaman sementara saya, dan sangat mudah ditempuh menggunakan kendaraan apapun. Bersepeda misalnya, sambil menikmati jalan lurus dengan konstruksi jalan khas menuju pelabuhan. Tapi tetap berhati-hati dengan gangguan kendaraan besar truck trailler pengangkut barang.

Balik lagi ke review Pre-Launcing SNQ, dilaksanakan 27 - 29 Februari 2016 lalu, selama 3 hari wisata baru ini dibuka untuk umum dan di akhir pre-launcingnya yaitu hari Senin, 29 Februari 2016, bersandar Kapal Pesiar Rotterdam. Sebuah kapal pesiar yang membawa turis-turis mancanegara dan singgah di pelabuhan Surabaya untuk mengantarkan turis - turis mancanegara mengunjungi wisata di daerah ini.

Tak begitu jelas bagaimana euforima 2 hari pertama pre-launcing SNQ ini, yang jelas ketika saya berkunjung di hari terakhirnya, sampai hingga pukul 21:30 masih sangat ramai pengunjung, berfoto ria dan menikmati suasana khas pelabuhan dengan pemandangan laut dan kapal pesiar, beberapa sudut terlihat juga container crane yang sama sekali tak asing untuk saya.
Review sedikit Kapal Pesiar Roterdam,  berpenumpang Turis dari berbagai Negara, diantaranya Belanda, Prancis, China, dan beberapa Negara lainnya. Kapal Roterdam ini berkapasitas tampung 1400 penumpang dan 600 crew. Namun realisasinya, terisi 1317 penumpang dan 604 crew. Kapal ini memiliki panjang 237 m dengan ketinggian 7,8 meter Lds.

Sangat disayangkan karena lokasi yang cukup dekat, saya datang terlalu malam sehingga sentra kuliner UMKM yang menggelar stand di sini sebagian besar sudah membereskan standnya, walhasil saya harus berpuas hanya melihat kapal pesiar Roterdam dan kumpulan manusia dengan kesibukannya masing-masing (apaliagi kalau tak berfoto ria). Terlewatkan juga suguhan Musik Jazz, dan Fasion show yang digelar juga saat Pre-launcing ini.

Untuk sementara, SNQ ditutup setelah Pre-launcing sampai waktu yang belum ditentukan untuk evaluasi apakah akan dibuka setiap hari untuk umum ataukah hanya di weekend, juga evaluasi adanya ticketing atau free untuk pengunjung.

Surabaya North Quay - Gapura Surya, Perak, Surabaya
29 Februari 2016 21:57:00

Ijen Crater - Tour De Ijen Bab II, Tracking

By On March 04, 2016
Previous Page
Ijen Crater - Tour De Ijen Bab I, Opening
Tracking dimulai dengan melakukan foto keluarga terlebih dahulu. Di depan POS Perijinan Paltuding. Memulai perjalanan dengan membeli tiket plus bayar parkir. Kemudian menuju pintu masuk untuk pengecekan, selanjutnya tracking dimulai. FYI, untuk tiket masuk ini berbeda untuk weekday dan weekend. Kalau tak salah sekitar Rp 7.500 untuk weekend dan Rp 5.000 untuk weekday. Sedangkan harga yang berbeda diterapkan untuk wisatawan mancanegara. Nah disini juga disediakan penginapan dengan tarif Rp 100.000 - Rp 150.000 atu alternatif lain mendirikan tenda di camping ground base camp dengan juga membayar Rp 15.000

Oke, Let's Track. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa jarak tempuh tracking sekitar 3 km atau dapat ditempuh 2 jam perjalanan santai, 1,5 jam perjalan ngebut, dan 3 jam perjalanan siput (nyantai abis-abisan). 2 jam perjalanan santai diselingi foto-foto kami lalui. Sampai di Sport keren pertama yaitu ini (Lupa namanya).
Sempet ngobrol sama Bapak-bapak yang ada di foto, tentang pekerjaan yang dikerjakan tiap harinya. Beliau membawa ketera angkut sederhana untuk mengangkut belerang. Beberapa pertanyaan dengan percakapan hangat dan ramah khas warga setempat, mengambil belerang, dilakukannya 2 kali dalam sehari, naik ke kawah 2 kali maksudnya tiap harinya dengan membawa beban kurang lebih 80 kg sekali turun. Sedangkan belerang ini kemudian dijual dengan harga Rp 1.025 per kg nya. Ada lagi bapak ini menawarkan kereta tumpangan  untuk turun. Entah dengan membayar berapa, mereka menyebutnya ojek. Bisa mengantarkan kita turun jika ingin suasana turun yang berbeda alias dalam kondisi sangat capek. :)

Next perjalanan sebelum Pondok bunder bisa kelihatan sport Puncak Sejari Gunung Raung. Bisa sangat jelas terlihat dengan mata tapi sulit sekali diabadikan dengan kamera handpone jadul saya. :)
Pondok Bunder yaitu sebuah pondokan berbentuk Bulat dan rumah semi permanen lain milik penambang belerang sepertinya. Di sini juga ada yang jualan camilan, pop mie, dan souvenir belerang.

Lanjut perjalanan menuju Kawah, jalan dari sini tinggal sedikit naik kemudian banyak bonus, hanya sedikit menajak tapi tak begitu melelahkan seperti track di awal. Pemandangannyapun cukup menarik dan menyedapkan mata. Obat pelipur lelah.
Setelah beberapa waktu berjalan ke depan, bertemulah para penambang dengan alat angkutnya terparkir berjajar beberapa meter sebelum puncak.
Dan akhirnya setelah 2 jam perjalanan sampailah kami ber 6 di Puncak Gunung Ijen dengan pemandangan Kawah Ijen. Karena kami sampai ke Puncak pukul 8 am, tentu saja kami melewatkan fenomena blue fire yang terkenal. Tapi tak apalah, inipun lebih dari cukup untuk pengalaman dan pelajaran kami.
Jangan lupa membawa peralatan yang lengkat dan baju hangat. Suhu disini bisa sangat dingin, gas belerang bisa keluar kapan saja dengan asap dan kabutnya yang lumayan pekat. Sangat disarankan membawa masker dan kacamata. Jaket dan sarung tangan menjadi barang wajib berikutnya yang harus dijawab. Safety First selalu untuk setiap perjalanan kita. 

Next mengabadikan beberapa moment di atas sana kemudian kami turun 9 am untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Waktu tempuh turun kurang lebih 1,5 jam kemudian kami sampai di base Paltidung sekitar pukul 10:30 dan hujan seketika turun dengan derasnya sehingga pendakian ditutup sementara. Kami beristirahat, makan dan tidur ala kadarnya di warung sekitar.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. See you next trip. :)

Estimasi Biaya Surabaya - Ijen, Bondowosao
  1. Bahan Bakar Kendaraan PP = Rp. 100.000 (Motor Honda Blade)
  2. Tiket masuk Ijen Weekend + parkir = Rp. 12.500
  3. Makan malam mie, siang nasi goreng, malem gurami  + minum = Rp. 45.000
  4.  Lain-lain = Rp. 50.000
Nah, estimasi ini dibilang mewah juga enggak, dibilang murah juga enggak. Kalau saya, jika menaati plan, berangkat sabtu malam jam 9 dan sampai rumah jam 9 malam juga (24 jam), estimasi biaya di atas lebih dari cukup, jika tidak ada biaya lain seperti kerusakan sepeda motor. Ditambah estimasi bahan bakar di lapangan saya membeli bbm 50% pertamax dan 3 liter di daerah sana (Rp. 10.000/liter). Itu juga belum dihitung jika patungan 2 orang 1 sepeda motor. Jadi kemungkinan biaya bisa lebih dipotong lagi sehingga biaya lebih murah. Nah, sisanya bisa dialokasikan untuk membeli oleh-oleh untuk yang dirumah. Insya Allah cukup. :)

Oke, see you next trip on kagung13.blogspot.com
Kawah Ijen, 28 Februari 2016 08:12:00

Quotes : "Keluarga hari ini", Alan Satria Baja Hitam said. :)

Jangan lupa sebelum berangkan ijin ke orang tua, minta doa restu. Dan jangan lupa berhenti di setiap perjalanan untuk beristirahat dan wajib untuk menjalankan ibadah sholat untuk yang muslim. Istirahat jika lelah, dan jangan memaksakan diri, ukur kekuatan diri sendiri.

Ijen Crater - Tour De Ijen Bab I, Opening

By On March 03, 2016
Loc : Setelah POS III menuju Paltuding.
Tour De Ijen - Delta Force Team Mechanic.
Seany Youngky, Agung Pamungkas, Alan Satria Baja Hitam, Bastian Koboi Junior Kw X, Aa' Rozaki featuring Fitri.

First time sejak keinginan yang mengebu-gebu beberapa bulan terakhir, nyari open trip sana sini dan akhirnya gak perlu ikut open trip, karena akhirya kami juga yang membuka trip kami sendiri. Yah, setelah Bromo setahun yang lalu, giliran temennya yang saya tengok, Ijen, Ijen Crater/Kawah Ijen. Maksud dari temenya itu gini,

Menurut saya, Bromo dan Ijen memiliki beberapa kemiripan. Sama-sama disebut gunung, tetapi tak perlulah mendaki sekeras mendaki gunung-gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Lawu, dan sebagainya. Yah, walaupun benar menuju ke kawah Ijen ini harus trecking sekitar 3 km, tetapi akses jalannya cukup, bahkan bisa dibilang sangat mudah. Jalan yang lebar, ramai (baik pengunjung ataupun penambang). Nah disini juga banyak banget ditemui turis-turis mancanegara lho, apalagi kalau weekend. Nah bisa dibilang sodaraan kan sama Bromo kalau begitu. Yah tahu sendiri kan ke Bromo gak susah-susah amat (dalam artian bukan ngegampangin). Tapi ukuran dan persepsi saya sih  bilang kayak gitu.

Oke, balik lagi ke first timenya. Kawah Ijen berada di puncak Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur (Jangan salah dulu, Gunung Ijen ini letaknya di perbatasan antara Bondowoso dan Banyuwangi. Jadi kalau ada yang nyebut Banyuwangi ya sah-sah aja. Dan lagi ada dua jalur buat menuju kesana yaitu lewat Bondowoso dan juga Banyuwangi). Dengan ketinggian 2.000 meter lebih atau tepatnya mendekati 2.386 Mdpl, Kawah Ijen ini memiliki pesona yang ciamik juga. Fenomena Blue Firenya yang sangat terkenal, suhu dinginnya yang selalu bikin rindu, gas belerang yang mewajibkan kita memakai masker dan kacamata, track naik - lurus yang gampang banget dilewati bahkan buat pemula sekalipun (Gak bisa dibilang pemula sih, buktinya anak-anak umur 5 tahunan bayak yang juga diajak tracking, dan kelihatan mereka sama sekali gak rewel), dan yang pasti pemandangan spesial yang disajikan baik saat memasuki kawasan Gunung Ijen ataupun saat tracking ke Kawahnya. Pemandangan, hawanya, beneran nagihin.

Start Point kami mulai di Aloha. Meeting point yang sangat terkenal bagi kalangan mereka yang sering berpergian mengendarai sepeda motor dengan tujuan yang bisa dibilang lumayan, mendekati jauh. Terletak di perbatasan Kota Surabaya dan Sdoharjo. Rintik hujan mewarnai pertemuan kami dengan banyak sekali trik dan intriknya. Banyak sekali karet mungkin terkena solar sehingga membuatnya molor (baca : jam karet alias telat). Oke, dan akhirnya berkumpulah kami be-6. Dengan formasi 3-2 (3 motor boncengan 2). Saat itu pukul 9 pm, "sesuai rencana", setelah juga hujan telah berhenti kami memulai perjalanan dengan berdoa dan mulai memacu kendaraan kami menuju lokasi.

Kita kenalkan Delta Force Team Mechanic (Cerita penamaannya bisa ditanyakan langsung ke team, karena bersifat agak sensitif. Hehehe.) Tour De Ijen. Kami ber 5+1. Seany Youngky, Agung Pamungkas, Alan Satria Baja Hitam, Bastian Koboi Junior Kw X, Aa' Rozaki featuring Fitri. :)
7 jam kira-kira perjalanan kami dengan kecepatan kurang lebih 70 - 80 km/jam langsam kurang lebih, menempuh ratusan kilometer dan akhirnya pukul 6 am kami sampai di lokasi Base Camp pendakian ke Kawah Ijen di daerah Paltuding ini. Oke sedikit review perjalanan aja. Perjalanan mengambil jalur Utara melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) melalui Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat.Rute ini lebih mudah dilalui karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Nah, untuk realnya saya kurang paham jalan. Yang saya tahu kita dari Surabaya menuju jalur ke Probolinggo, kemudian masuk daerah Kraksaan, Lanjut Paiton (Pembangkit Listrik terkenal di Jatim), Lanjut Situbondo, Next Bondowoso. Bagi yang sama sekali belum pernah ke sini, jalurnya mudah, ikuti saja plakat yang mengarahkan kita ke Probolinggo, Situbondo, Bondowoso.

Nah sampai di daerah Bondowoso ini sudah banyak plakat yang menunjukan jalur ke Ijen. Pokoknya jelas kok, sampai kemudian setelah melewati hutan dengan jalan yang beberapa rusak, kurang lebih 30 km akan bertemu POS I masuk ke Kawah Ijen. Saran sih kalau berangkat malam, usahakan team yang bener solid dan ramai. Saya saat itu ber-6 dengan motor 3. Hoda Verza - Honda Blade - Honda Verza. Dan alhamdulillah, aman. Karena melihat kondisi jaln dan situasinya bisa dikatakan rawan, tetapi tak perlu takut jika memiliki team yang solid, InsyaAllah masalah bisa ditangani dengan cepat. Semacam kehabisan bahan bakar misalnya. Hehehehe. :) FYI, disini ada 3 POS masuk ke kawasan Kawah Ijen. Semacam POS perijinan tetapi ada 3 dan setiap rombongan wajib menuliskan namanya disana. Bisa dibilang mirip pos-pos pendakian tetapi bisa diakses dengan kendaraan dan lagi bentuknya sudah sangat bagus dan ada yang menjaga.


Next Page
Ijen Crater - Tour De Ijen Bab II, Tracking

Popular

Kurnia Agung Pamungkas a.k.a kagung13, Seorang blogger yang percaya bahwa menulis adalah cara terbaik mengabadikan moment dan pemikiran berharga dalam hidup.

Total Pageviews