Enter your keyword

kagung13.blogspot.com | kagung13@gmail.com

Ogal-Agil, Top Arjuno 3.339 Masl

By On June 16, 2016
Perjalanan dimulai dari cerita berikut :
On The Way Ogal Agil 3.339 Masl
Kemudian sampailah kami berempat di sini, Top Arjuno 3.339 Masl. Alhamdulillah.
Saat malam dingin dimana jam tangan menunjukan pukul 10:00 pm, sesuai rencana kami melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gunung Arjuno. Melihat kondisi jalan dan sekeliling yang syahdu banget. Gak kebayang berada ditengah hutan malam-malam dan akan berjalan menyusurinya. Bismillah..

Saat perjalanan dimulai dengan melewati Lembah Kidang menuju Sabana 1 dan Sabana 2, jalan bonus yang kemudian langsung nge-track yang gila banget. Giiiiilaaaa men. Tapi menurut saya, segila-gilanya tanjakan di Gunung pasti kebayar dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta, Allah SWT akan ciptaannya yang sempurna. "Wis pokoke apik mas, mbak pas ngetrack iku kudu nyebut ae, nyebut e duduk Astagfirullah tapi MasyaAllah. Uapiiiiik pol wis."

Benar kalau ada yang bilang, tiap gunung punya ceritanya masing-masing. Cerita nanjak malam-malam yang baru kedua kalinya saya lakukan setelah sebelumnya di 1.653 Masl nya Pawitra, ceritanya sangat beda. Ini 3.339 Masl men. Jelas track naiknya lebih panjang dan lebih gila. Melewati tanjakan kemudian istirahat, balik badan menikmati indahnya lampu kota, puncak Pawitra terlihat sangat biasa yang tadinya dari bawah kami lihat sangat gagah. Puncak Welirang di sebelah. Bulan purnama yang aduuuh, romantis men. :)

Sesuai estimasi 5 jam perjalanan kmi lewati ber-4 ditambah beberapa rombngan pendaki lain yang kemudian kami salib. "Wis pokoke track e koyok nang gunung-gunung lah. Posisi peteng, adem dadi ra semet foto-foto. Wis cukup ati lan pikiranku wae sing ngeling-eling. Sampean-sampean cukup mbayangke disik ae opo kono ndang budal dewe. Hehehe..." Sesaat sebelum Lembah Dieng, kami beristirahat di badan jalan untuk menghindari angin gunung yang bertiup kencang dan dingi. karena kontur jalan yang sangat cekung sehingga bisa menahan angin dari samping-samping. Lumayan hangat. Kami sempat tertidur saat itu sebelum kemudian kami berjalan beberapa langkah lagi dan sampai di puncak. Eits masih Lembah Dieng, Belum Ogal-agil. Dari sini masih ada 2 bukit lagi.

Setelah nanjak turun nanjak dan turun lagi, kami berada beberapa meter lagi di puncak. Ada batu besar yang saat itu kami putuskan digunakan untuk beristirahat sambil menuju pagi. Dingin menyengat, sampek ngegel brooo, aku kuademen. :) Saat itu masih pukul 03:00 am, kami jadi yang paling dekat dengan puncak hari itu. Menuju pagi ternyata kabut malah menyelimuti daerah puncak. Kami kembali beradaptasi dengan iklim yang dingin. Seiring matahari terbit kami putuskan menuju puncak. Beberap menit kami langsung melihat matahari terbit yang MasyaAllah indah banget. Duh, romantisnya kalah sama gaya pacaran anak-anak muda jaman sekarang. Hahahaha.
Alhamdulillah 3.339 saat itu sekitar pukul 05:30 am, kami jadi rombongan pertama yang sampai di Puncak Ogal-Agil Gunung Arjuno. Ucap syukur spontan keluar atas keindahan ciptaanNya, nikmatNya yang tak terhingga kepada kita semua. 

"Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan."
Oleh-olehnya ada di :
See You Later 3.339 Masl.


On The Way Ogal-Agil 3.339 Masl

By On June 13, 2016
3.339 Masl, menjadi yang ketiga tertinggi di Jawa Timur setelah 3.676 nya Mahameru dan 3.344 nya Puncak Sejati Raung. Berkesempatan membuat status on the way Oga Agil tak membuat saya tak lantas menuliskannya sebagai status BBM atau media sosial lainnya. Tetapi lebih fokus ke persiapan peralatan, fisik, mental, dan estimasi waktu perjalanan.

Saat itu 14 Mei 2016 perjalanan dimulai pukul 10:00 am berkumpul di Aloha, Sidoharjo, Surabaya. Dengan formasi 6 orang Toni, Toni2, Primus, Primus2, Kone1, Kone2. :) Gas menuju Base Camp pendakian Arjuno-Welirang via Tretes yaitu sebelah Hotel Surya, Tretes. Setelah menyelesaikan administrasi perijinan, perjalanan dimulai dengan menundukan kepala sejenak setelah pintu masuk jalur pendakian ketika waktu menunjukan 02:30 pm. Bisillahirokhmanirrokhim..

BaseCamp - POS I (Pet Bocor)

Berjalan lurus menanjak setelah beberapa menit sampai di pertigaan dimana kita harus mengambil jalur ke kiri. Sedangkan jalur ke kanan adalah jalur menuju Air Terjun Kakek Bodo yang terkenal di Tretes sini. Tak jauh berjalan akan bertemu dengan warung kecil yang bis kita gunakan untuk beritirahat dan juga menjual makanan.

POS I (Pet Bocor) - POS II (Kop-Kopan)

Next saat itu kami berjalan sekitar 4 jam dengan perjalanan super santai melaui track tanah dan batu makadam yang mulai menanjak dengan dikelilingi pohon2 yang cukup tinggi yang sedikit menghalangi paparan matahari langsung.
Kemudian saat pukul 06:30 pm sampailah kami di kop-kopan. Gelar matras dan menikmati nasi buatan Primus yang super lezat (karena saat makan diatas sana, yang ada hanya enak dan lezat). Pemandangan lamu kota yang keren abis jadi suguhan yang memanjakan mata. Disini kita dapat mengisi persediaan air karena ada sumber mata air yang mengalir cukup deras saat kami sampai di sini, mushola kecil, dan warung yang buka saat weeekend.

POS II (Kop-Kopan) - POS III (Pondokan) Day 1

Perjalanan kembali dimuali saat pukul 08:30 pm. Dengan sisa sisa tenaga saat itu kamu memulai kembali perjalanan karena akan sangat jauh jika berhenti di Kop-kopan untuk menuju puncak. Dengan kondisi yang mulai lelah, perjalanan akhirnya dihentikan pukul 11:30 tepat di daerah lapang sebelum tanjakan asu  Tenda didirikan dan istirahatlah kami di sana.

POS II (Kop-Kopan) - POS III (Pondokan) Day 2

Pagi yang sejuk di tengah hutan menikmati hangatnya teh dan acara masak-memasak. Makan kenyang dengan senda gurau dan beberapa pose untuk mengisi frame kamera. Perjalanan kembali dimulai sekitar pukul 08:00 am menuju pondokan, Sayang sekali formasi harus menjadi 4 karena Toni dan Toni2 harus turun karena ada keperluan pekerjaan.
Next kami berempat melewati tanjalkan asu, dan sampai di area hutan pinus, dengan beberapa bonus. Masih sekitar 2 km sampai pondokan menurut info salah satu pendaki yang turun. Tengah hari kami sampai di Pondokan dan istirahat di area tersebut juga makan di warung yang juga buka di weekend saja. Saya unakan waktu untuk tidur di rumput hijau dengan beberapa paparan sinar matahari yang memberikan kolaborasi suhu hangat dan angin gunung.

POS III (Pondokan) - Lembah Kidang

Dari Pondokan ini jalur dibagi 2 dimana menuju Puncak Welirang yang tinggal sekita 2 jam lagi, sedangkan ke Puncak Arjuno yang masih menyisakan 5-7 jam lagi. Lanjut perjalanan sekitar pukul 02:30 pm perjalanan dimulai kembali meninggalkan Pondokan menuju Lembah Kidang. Membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di Lembah Kidang. Cuaca saat itu mendung. Kami mengisi air persediaan dan bertanya-tanya kepada pendaki lain untuk akses dan waktu ke Puncak Arjuno.
Semula kami memutuskan untuk camp di daerah Pasar Dieng, tetapi kami mengurungkan niat karena hujan keburu turun yang mengharuskan kami berfikir ulang saat itu dibawah flysheet karena tenda terlambat didirikan. Seelah agak mereda tenda didirikan, mkanan dimasak, dan istirahat tidur.

Lembah Kidang - Puncak Ogal-Agil

Perjalanan dilanjutkan jam 10:00 pm setelah kami istirahat tidur. Dengan kondisi malam dan buta jalur. Kami mencoba mengikuti track yang ada dengan jejak pendaki yang telah beberapa menit di depan kami. Angin gunung, track menanjak, hawa digin, malam pekat, pasar dieng, naik turun bukit menuju Ogal Agil akan menjadi cerita kami berikutnya. Bersambung di :
Ogal-Agil, Top Arjuno 3.339 Masl

Popular

Kurnia Agung Pamungkas a.k.a kagung13, Seorang blogger yang percaya bahwa menulis adalah cara terbaik mengabadikan moment dan pemikiran berharga dalam hidup.

Total Pageviews