Enter your keyword

@kagung13

kagung13.blogspot.com | kagung13@gmail.com

Offroader Dadakan Bukit Budug Asu Bersama Team FG 2017 TPS

By On May 16, 2017
"Ada waktu saat rindu itu terobati. Tepat setahun yang lalu saat kami berada pada satu tujuan yang sama dimana dari sini saya bisa melihat jelas bagaimana jalur yang kami lalui kala itu, langkah demi langkah mengantarkan kami pada matahari yang sama. Saat ini, saya melihatnya dari sini, jauh dari rute dan tujuan yang kami lalui, tetapi terlihat jelas dan terbuka kembali momen pejuangan malam itu. Dengan dingin dan langkah yang jauh lebih berat, untuk sebuah cerita yang tak akan terlupakan. Dari sini saya seperti melihat 4 orang tersenyum puas dan bahagia kepada saya. Lalu saya angkat tangan saya dan salam untuk kalian yang pernah berada di atas sana. Peace."
Cerita Arjuno, 14 Mei 2016, Fantastic Four. Cc : Rendy, Wulan, Arif, Agung.

Bukit Budug Asu yang kalau didengar namanya saja bikin penasaran, awal kali mengira tempatnya pasti biasa-biasa aja, dari namanya aja kagak ada keren-kerenya, malah terkesan songong. Paling serunya pas offroad doang. Tapi inilah pelajaran. Don't just something just by cover. Perjalanan dimulai pukul 00:30 start dari Surabaya langsung menuju Lawang, Malang yaitu Kebun Teh Wonosari.

Akses dan Lokasi

Bukit Budug Asu ini berlokasi di Sekitar Area Agrowisata Kebun Teh Lawang, tepatnya di Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Langsung saja menuju Kebun Teh Singosari Untuk Base Point menuju Bukit Budug Asu ini. Untuk akses menuju lokasi cukup menantang dan belum teraspal, rute jalannya khas track motorcross dan offroader karena memang awalnya spot ini menjadi jalur utama para motor croeeser atau offroader  di kaki Gunung Arjuno, namun seiring perkembangan wisata yang menyuguhkan keindahan alam hijau bukit ini pun dikembangkan oleh warga sekitar menjadi spot selfie dan camping yang sangat instagramable.

Tiba di sana sekitar pukul 02.00 dan langsung terpampang deretan mobil offroad. Awal berangkat gak pernah kepikiran buat nyetir, karena belum pernah dan agak gak yakin juga. Tapi pas ngeliat temen-temen pada berebut, akhirnya saya ikut-ikutan ditambah Ibu (Retno Utami) bilang, "Hayoo, katanya New Chapter, New Adventure". Pas last minutes saya denger ada yang kosong, langsung saya ambil posisi di belakang kemudi. Eh kagak taunya ketemu Mas Atmaji. Lah dari nyetart engine aja udah gak meyakinkan, begitu coba lepas kopling eh mati itu mesin. Dah, cuek aja, pokoknya berani dulu, salah perbaiki, gagal coba lagi. Pokoke yakin. Hehe.

Cerita Offroader Dadakan Dimulai

Ternyata nyetir mobil offroad gak sesulit yang saya bayangin di awal, cukup mudah, dan asiknya kagak karuan, walaupun beberapa kali mesin mati pas tanjakan, tetapi berkat Mas Guide Kece yang sabar, saya dapet pelajaran yang bermanfaat. Overall semua lancar saat sampai pos perijinan dimana track offroad yang sebenarnya dengan banyak obstaclenya baru akan saya lalui.

Tanjaan dan obstacle pertama sukses abis dan bikin adrenalin wis gak karuan. Sampai di tanjakan kedua, ini yang dibilang perjuangan. Sebagai pemula kita harus denger baik-baik apa kata guide. Saat mesin mati di tanjakan, sampai 3 kali saya nyoba tapi gagal, dan 3 kali pula Mas Guidnya nawarin bantuan. Karena gak mau nyerah saya coba yang ke-4 kalinya dan ternyata berhasil. Asik, Begitu dapet feelnya semua berjalan lancar, sambil dengerin arahan guidenya, "Santai mas, pompa gasnya, full power, lepas koplingnya, control stir aja, jangan dilawan, ikutin aja, liatnya di moncongnya ya jangan setirnya." Dan akhirnya finish juga di beberapa meter menuju bukit Budug Asu. Thanks a lot Mas Guide Kece ilmu offroadnya.

Asal Muasal Budug Asu

Kenapa namanya Budug Asu? Kenapa gak nama cantik dan keren yang lain. Nah jadi begini, dalam bahasa jawa Asu berarti anjing sedangkan budug berarti penyakit kulit yang menular. Semua nama itu berawal dari sebuah kisah pada saat jaman penjajahan belanda, dahulu terdapat sebuah perkampungan di area bukit ini, namun semua di bawah kendali penjajahan belanda. Nah salah satu penjajah tersebut memiliki seekor anjing yang sangat besar dan sangat di sayangi oleh majikannya, namun tak lama kemudian anjing tersebut menderita penyakit budug atau gatal di kulit dan sangat berbahaya serta menular hingga akhirnya anjing tersebut meninggal karena penyakit yang di deritanya, lalu sang majikan menguburnya di atas bukit tersebut hingga akhirnya bukit itu mendapat julukan sebagai bukit budug asu.

Sunrise & Eksotisme Bukit Budug Asu

Nah setelah offroad selesai, satu lagi pengalaman asyik saya kantongi. Next kita mulai naik ke bukit Budug Asu nya. Karena masih malam sekitar jam 04:00, jadi masih gelap, saat melewati tanjakan dan melihat kebelakang, langsung paham saya kalau itu Arjuno, dan waktunya tepat, setahun yang lalu tepat dihari yang sama saya memulai perjalanan ke puncak sana, seketika moment of silent untuk saya (back ke kutipan di awal cerita), syahdu banget.

Saat matahari hampir terlihat kami berjalan sedikit menuju bukit dimana ada camping ground dan cafe kecil. Tempat ini menurut saya pas banget buat yang kangen hawa dingin dan suasana pegunungan juga matahari pagi. Sampai saat matarahi benar-benar menampakan rupanya, kami habiskan berfoto ria.
Sunrise Bukit #budugasu , #lawangmalang . #eexsploremalang , 14 Mei 2017
Camping Ground dan Spot View Gunung Arjuno
Hamockan Asyik
The Younger, The Bujang, We are super-man. :) 
Sekitar pukul 07:00 kami cukupkan dan kemudian bersiap untuk kembali ke Base Point Kebun Teh Wonsari, Lawang untuk sarapan kemudian kembali ke Surabaya. Terima Kasih pengalaman berharganya, Terima Kasih sudah diberi kesempatan masuk dalam team ini, dan Terima Kasih atas moment berharga pagi itu. Mohon maaf juga jika ada salah kata dan perbuatan. Overall, Alhamdulillah.
Team FG 2017 PT. Terminal Petikemas Surabaya. New Chapter, New Adventure.
Team Hore, Driver dan Co-Driver Black Katana. Inframe : Mr. Atmaji. Photo By : Mas Guide Kece.
Eits belum rampung, di sepanjang perjalanan pulang ada banyak spot keren yang tadi malam belum sempet dan belum bisa diabadikan. : ) Check it dot.
See you next trip. :)

Pantai Petualang Watulumbung

By On April 09, 2017
Kalau kebanyakan akses ke pantai itu jalannya landai dan aspal halus, terutama di daerah Pantai Gunungkidul ini, beda cerita kalo akses menju pantai Watulumbung. Itu kenapa saya bilang Pantai petualang. Jalan makadam, becek sehabis hujan, naik turun dan berliku. Ini yang sempat terbesit di pikiran saya bahwa mendapatkan hal yang indah emang harus melalui jalan terjal. Dan ini dia hadiah jalan terjal, becek gak ada ojek :)
watulumbung

Akses dan Lokasi

Kalau pernah ke Pantai Wediombo, terus lihat batu besar di depan agak kanan arah jam 2, itu di yang namanya Watulumbung. Berlokasi di kawasan Gunung Batur, dusun Widoro, desa Balong, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Merupakan salah satu pantai yang terbentuk akibat letusan gunung api purba dengan bongkahan batu raksasa yang tampak seperti pulau yang terpisah dengan daratan. Rute menuju kesini mudah, ikuti jalur ke arah Wediombo, nanti ada plakat ke kanan arah Gunung Batur dan Pantai Watulumbung. Jangan bingung, aksesnya emang ciamik (makadam, cor, dan tanah becek). Kira-kira 20-30 menitan akan sampai di area watulumbung. Ada 2 pilihan Parkir, langsung ke bawah atai ke atas yang dapat melihat view pantai dari ketinggian.
wediombo
Pantai ydi depan, itu Pantai Wediombo. Pantainya luas sekali sesuai namanya (wediombo = pasir yang luas)
wediombo
Vie laut dan bukit dari ketinggian. Lokasi : Tuhu Papan nama Pantai Watulubung
Pantai ini cocok sekali buat penyuka antimainstream, dimana aksesnya keren untuk petualang banget. Sebelem dibenahi akses jalannya, cobain sensasinya sesegera mungkin. Karena di area atas sudah mulai dibangun, sehingga jalannya pun kemungkinan akan juga dibenahi. Tapi overall dari atas sini viewnya tetep bagus kok, walaupun nanti jalannya sudah jadi, pantai ini pasti tetap menarik.

Untuk menikmati pantainya kita harus turun ke bawah, gak jauh kok dan aksesnya mudah, banyak juga gazebo penjual makanan dan minuman, jadi gak perlu khawatir kelaparan dan keharusan. Tapi saran sih bawa air mineral sendiri untuk jaga-jaga. Karena waktu yang semakin sore, team kami memutuskan segera pulang tanpa turun ke pantai, hanya mampir di gazebo saja. See you next trip. :)

Cagar Alam Geologi Gunung Batur

Sekilasi Cagar Alam Geologi Gunung Batur yang terletak sejalur dengan Pantai Watulumbung ini merupakan sebuah bukit yang merupakan dataran tinggi dimana view laut dapat terihat dengan bagus. Di area ini juga terdapat Bukit Pengilon yang namanya juga cukup booming. Karena situasi dan kondisi tak memungkinkan untuk melakukan kegiatan eksplore saat itu, mungkin next time bisa kami lakukan. Alhasil mengabadikan moment bersama papan namanya saja.
gunung batur
Team Touring hari ini. Zaky, Totok, Mas2 Vixion (Saya mah penggembira doang alias team hore)

Pantai Sadeng, Sisi Lain Sebuah Pantai

By On April 08, 2017
Sisi lain dari sebuah obyek wisata, pantai, pelabuhan, dan pelelangan ikan. Pantai Sadeng
Gunungkidul dengan segala keunikannya ditambah sejarahnya yang kalau dikaji bagi penyuka sejarah dan ilmu geologi pasti sangat menarik. Ketika pertama kali masuk ke area ini, sebenarnya yang kita temui adalah gapura bertuliskan "Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng". Dan pertama kali view yang disuguhkan adalah aktifitas nelayan dan pelelangan ikan, serta kapal-kapal yang parkir berjajar dengan rapi.

Akses dan Lokasi

Pantai ini berada di Desa Songbanyu, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul. Titik Koordinat GPS Pantai Sadeng adalah -8.189210,110.799264. Banyak rute yang dapat ditempuh untuk dapat sampai ke pantai ini. Jika ingin melaukan penyusuran pantai mulai dari sisi Barat, yaitu arah pantai Baron, Krakal, dan Kukup, Ada lagi melalui jalur Semanu, Gunungkidul.
  • Dari Wonosari atau lebih tepatnya ke arah Pantai Baron, di pertigaan Desa Mulo, kalau lurus ke Pantai Baron, ambil arah kiri jurusan Mantel. Sepanjang jalan ini arah ke arah Girisubo banyak sekali juga pantai yang dapat disinggahi seperti Kukup, Krakal, Drini, dsb. Dari situ anda bisa menuju ke Bintaos, dari Bintaaos ada menuju ke daerah Tepus. Sesampainya di Tepus anda bisa menuju ke pertigaan Pasar Jepitu, dari arah situ anda bisa belok menuju ke arah Desa Girisubo.
  • Dari Semau kemudian ke daerah Giripanggung. Saat ada di Giripanggung, bisa menuju ke Cuelo kemudian ke arah Pertigaan Pasar Jepitu. Sampai di pertigaan pasar ini, jalur yang anda tempuh sama dengan jalur di atas.
sadeng
Jalur ke Pantai Sadeng via Semanu By Google Maps

Sejarah

Sejarah Pantai ini sangat menarik. Pantai Sadeng ini sering dikaitkan dengan Sungai Bengawan Solo yang Legendaris itu. Makanya saya agak penasaran juga pas beberapa waktu sebelum pantai sebelah kiri jalan ada seperti bekas kali raksasa bertuliskan Sungai Bengawan Solo Purba. Nahlo, akhirnya semua terjawab melalui ini : 
Sungai Bengawan Solo pada jaman dahulu bermuara atau mengalir di Pantai Selatan, hal itu sekitar 4 juta tahun yang lalu. Sayangnya aliran itu menjadi terhenti ketika lempengan Australia menghunjam di bagian bawah Pulau Jawa. Dataran yang ada di Pulau Jawa pun terangkat sehingga aliran Sungai Bengawan Solo menjadi berbalik ke utara atau menuju ke Laut Jawa.
Sebelum menjadi pelabuhan ikan yang cukup besar seperti sekarang, dulunya Pantai Sadeng hanyalah pantai sepi dan dipercayai sebagai pantai yang wingit. Namun rombongan nelayan Gombong yang melaut dikawasan itu mematahkan mitos tersebut. Mereka berhasil melaut dan mendapatkan tangkapan ikan dalam jumlah yang banyak. Akhirnya sejak saat itu Pantai Sadeng berkembang sebagai pelabuhan perikanan bahkan kini menjadi pelabuhan ikan terbesar di Jogja dengan sarana yang lumayan memadai.

Unik dan Asik

sadeng
Disini emang gak kayak Pantai lain yang eksotis, berbibir pantai luas, pasir putih, dan sebagainya. Tapi kita bisa belajar banayk tentang sejarah di sini, mengetahui sisi lain sebuah pantai, melihat proses pelelangan ikan, melihat perahu nelayan berjajar beserta aktifitasnya, memancing, bakar ikan, menikmati kuliner, main air, dan wisata pantai. Semua bisa kita lakukan di tempat satu ini.
sadeng
Yang juga unik yaitu Batu Pemecah Ombak di Pantai ini. Fungsi batu pemecah ombak itu digunakan sebagai pemecah ombak sehingga ombak yang datang tidaklah terlalu besar sebab telah menghantam batu pemecah ombak tersebut. Keunggulan dari batu pemecah ombak yang ada di Pantai Sadeng ini adalah susunannya yang bagus dan rapi sehingga pengunjung betah berlama lama ada disini. Saat ombak sedang tenang, pengunjung bisa berselfie ria di batu pemecah ombak ini. Namun saat ombak sedang ganas atau besar, diharapkan pengunjung untuk tidak melewati batu pemecah ombak tersebut.
Di sini bisa juga digunakan untuk memancing, terjepret seorang remaja sedang memancing disana. Selain itu juga terlihat beberapa warga lokal menggunakan jala untuk menangkapikan yang berada di sekita tepian pantai.Dari tepi pun sudah keliatah bahwa ikan di sini banyak sekali.
sadeng
Nah lokasi pantainya sendiri cukup sempit dan bahkan bisa dibilang sangat sempit. tetapi cukup keren untuk dinikmati dan berenang. Airnya pun terlihat perpaduan warna biru dan hijau yang cantik.

Selama perjalanan, disuguhi pemandangan yang sepi dan asri khas perhutanan. Dengan jalan aspal yang sangat bagus, akses lokasi bisa dibilang cukup nyaman. Selalu gunakan gps/peta lokasi untuk mengunjungi pantai di daerah ini. Jalur yang ditawarkan cukup banyak dan bercabang, walaupun pada akhirnya akan bertemu pada daerah pantai, tetapi pastikan sesuai dengan tujuan kita agar menghemat waktu. Terakhir jika merasa ragu, jangan sungkan untuk bertanya. Warga sekitar sini sangat welcome kok, dengan catatan kita bertanya juga secara sopan dan sesuai tata krama. See  you next trip.:)

Nebeng Trip Family Gathering, TPS Goes To Bali

By On March 19, 2017
Bali
For the first time, saya menginjakan kaki di Pulau Bali, yaitu di aspal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Berbekal nimbrung acara Family Gathering PT. Terminal Petikemas Surabaya, saya bersyukur sekali banyak hal yang unpredictable menjelang menit-menit akhir keberangkatan dan akhirnya mengubah seluruh rencana buta trip ke Bali ini. But, overall it's awesome. Oke let's start from Juanda International Airport, Surabaya.

Jumat, 10 Maret 2017 pukul 05.00 WIB absen pulang dari kantor yang langsung prepare untuk menuju Bandra. Sampai di Bandara sekitar pukul 07.30 WIB yang sudah beberapa siap untuk flight jam 10.00 WIB (pagi amat yah. hehehe). Penerbangan dengan Lion Air JT - 922 dan yang lucunya saya malah tidur di pesawat sejak sesaat setelah lampu tanda sabuk pengaman dapat dilepas sampai berada di atas bandara Ngurah Rai, sesaat sebelum landing. Hahaha, sempet sedikit liat indahnya Bali dari atas, tapi sayang pas gak didekat jendela jadi gak begitu maksimal ngelihat viewnya.

Sampai di Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 12.15 WITA, dan langsung otw menuju Hotel (Haris Riverview Kuta). Nah disini acara dimulai setelah selesai istirahat sekitar pukul 16:00 WITA dengan rundown yang ayok kita liat sampai last day!

Day 1 (Jimbaran Beach)

Temanya sih Sunset Dinner di Avatar Cafe Jimbaran. Jadi kita itu dinner di pantai dengan view sunset. Menunya juga mewah banget, suasananya adem, asik, romantis lah buat manten anyar, syahdu juga buat ngabisin waktu sama keluarga, dan yah gitu-gitu aja buat yang bujang. Hahaha. Tapi overall keren viewnya, makannya lezat, suasananya ciamik, recomended banget lah buat honeymoon atau acara keluarga, dengan budget yang besar juga tentunya. Hehehe.
Jimbaran
Dinner at Avatar Cave, Jimbaran, Bali. (Foto by @sampambudi).
Jadi acara selesai jam pukul 20.00 WITA, langsung kembali ke hotel kemudian istirahat. Free program juga buat yang mau menikmati Bali di malam hari.

Day 1 (Kuta Beach, Nihgt in Bali)

kuta
Nah ini acara yang mentang dari acara intinya. Jadi jadwal acaranya udah berhenti di pukul 20:00 WITA, tapi dipersilahkan untuk yang mau jalan-jalan di Bali malam hari. Kebetulan Hotel deket dengan pantai Kuta, ya coba lah kita bujang-bujang main ke sana, sambil nyusuri Jalan Legian, yang pada tahu kan sama Hard Rock Cafe. Liat doang kagak masuk. :)

Day 2 (Tanah Lot Beach)

tanah lot
Start dari Hotel pukul 10.00 WITA, perjalanan 1 jam dengan patwal yang kemudian sampai di lokasi sekitar pukul 11.00 WITA. Nah disini ada beberapa lokasi yang menarik diantaranya Pura Batu Bolong, lokasi pantai, Pulau dimana terdapat Air Suci, dan Gua tempat tinggal Ular Suci yang disucikan oleh masyarakat setempat. Ada juga spot rumput hijau yang bisa buat tidur-tiduran dan ngobrol asik keluarga. Bangunan-bangunan khas Bali seperti Pura dan lainnya juga banyak ada di sini.
tanah lot

Day 2 (Pandawa Beach)

pandawa
Next destination kita ke Pantai Pandawa, lumayan jauh juga perjalanannya sehingga kita bisa istirahat tidur-tiduran di bus. Sampai lokasi sekitar 14.30 atau 15.00 WITA gitu saya lupa. Yang menarik disini menurut saya kita disambut patung tokoh Pandawa sebelum masuk ke lokasi pantai, pantainya sih bagus lah, asik juga kalo buat main air, kalo saya lebih suka jepret-jepret mengabadikan momen.

Day 2 (Garuda Wisnu Kencana Culture Park)

Dari seluruh destinasi, disini yang membuat saya berkesan. Tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA, disini dijadiin tempat photo sesion rombongan. Lokasi bukit kapur dengan ukiran patung dan ornamen yang keren banget. Start from Lotus Pond, Next Plasa Garuda, lanjut Plasa Wisnu. View paling bagus tuh di sini, Plasa Wisnu, kita bisa lihat mana-mana dari sini. Benoa, Ngurahrai, Laut, pantai, kota, jalanan, tol laut, kelihatan semua disini.
Garuda Wisnu Kencana
Nah yang gak kalah seru pagelaran tari kecak waktu itu yang kalo gak salah ngambil cerita gimana Garuda itu bisa jadi tunggangannya Wisnu, gitu sih dari yang saya baca dari pementasan. Diiringi juga taari-tarian sama sedikit guyonan para pemainnya, overall keren kagak abis-abis, terakhir ditutup dengan pertunjukan api yang sedikit membuat jantung berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang. :)
kecak
Terakhir kita makan di Jendela Resto, letaknya di samping, searea dengan lotus pond, nah disini view nya juga bagus, bisa lihat mana-mana juga, apalagi pas acara makan malam, disuguhi juga tarian khas bali sama pemandangan kota malam hari dari ketingian. Asoy lah.

Udah gitu aja hari keduanya, sayang banget karena capek dan kurang enak badan, saya jadi gak bisa eksplore bali malam kedua, alhasil sedikit kecewa tapi ya harus ikhlas. ;)

Day 3 (Monumen Bom Bali I)

hotel
Nah ini sedikit penggalan cerita dimana saya terbangun pagi pas pukul 04.30 WITA, saya segera bangun mandi dan gak ngerti pokonya pingin jalan aja keliling-keliling gitu karena acaranya juga free, saya berjalan ke arah pantai Kuta (lagi) sambil iseng-iseng cari udara segar, nah saya mampir sebentar di monumen ini. Pada inget kan kasus Bom Bali 12 Oktober 2002, ini monumenya. Udah kusam sih tapi kagak ngerti pas lewat disini hawanya sedikit gimana gitu, tiba-tiba terpikir flashback ke 15 tahun silam andi saya ada di sini, sambil mengamati satu persatu nama korban. Moment of Silent.
bom bali
Sempet mampir juga di pantai Kuta (lagi) di pagi hari saat itu sekita pukul 07.00 WITA, suasananya asik banget, anginnya, airnya, orang-orangnya. Gak rame-rame amat,satu dua orang yang jogging di pantai, sepedaan juga, kalo saya sih cuma duduk ngeliatin orang-orang sambil sesekali liat ada pesawat yang take off dari bandara Ngurah Rai. Lanjut balik ke hotel.
kuta

Day 3 (Free Program)

Namanya juga fre program. Udah kebaca yang saya lakuin ya males-malesan. Jadwal checout pukul 12.00 WITA, saya baru ngumpulin bagasi jam 11.00 WITA, sisanya yah sarapan dengan porsi menggila, main air di kolam renang hotel yang airnya nyaman banget, kagak dingin, kagak panas juga. Pas dan sueger banget, apalagi pagi, suasananya pas.

Day 3 (Joger dan Khrisna Pusat Oleh-oleh)

Di Krisna kita mampir makan, sama belanja. Karena belanja itu butuh skill dan saya kurang paham sama skill belanja, akhirnya yawis muter-muter aja di sini sambil liat orrang-orang pada belanja. Sibuk aja muter ngawasin orang-orang, bercanda-canda juga, dan terakhir goes to Joger. Karena kagak boleh ada bus besar yang parkir di area joger, maka dari krisna kita naik angkot PP Rp 20.000 ke Joger. Joger yah pada tahu sendiri kan tempat oleh-oleh dan kaos kata-kata. Sampai akhirnya menghabiskan waktu hingga pukul 17.00 WITA, cuz otw Bandar Ngurah Rai.

Day 3 (Go Home)

Pesawat kami Lion Air (JT - 919) keberangkatan pukul 20.00 WITA. Sedangkan pukul 17.30 WITA kita sudah samapi bandara disertai hujan ringan yang katanya baru terjadi di Bali setelah beberapa minggu. Ada keasikan tersendiri nunggu di Bandara, gak kerasa bosen sih, tapi juga pinginya cepet-cepet naik pesawat terus pulang. Sekitar pukul 19.45 seluruh penumpang mulai memasuki pesawat, lha kok ya ternyata setelah semua masuk, pesawat delay sekitar 30 menit karena infonya gak dapet slot parkir di Bandara Juanda. Gak lama sih karena di dalam pesawat sambil nunggu yah ada aja yang dikerjain, jadi gak kerasa pesawat mulai begerak. Dan iyanya lagi saya kembali tidur mulai dari pesawat take off sampai tahu-tahu terbangun karena kerasa roda pesawat sudah bersentuhan dengan aspal Bandara Juanda. Lha kok ndelalah hujan disana. Saya berfikir pasti tadi di atas juga glodakan paling pesawatnya karena hujan. Hahahaha.

Oke, alhamdulillah sampai di Surabaya dengan selamat. Selesai liburan kita, Terima Kasih buat PT. Terminal Petikemas Surabaya yang udah ngasih liburan asyik ke Bali dan kesempatan gabung ikut ngurusin orang-orang. Selamat Ulang Tahun yang ke 18, Semoga semakin jaya dan berkah ke depannya. Great Family Great Company. :)
tps

Resolusi, Terlambat Boleh, Gak Sama Sekali Jangan.

By On March 02, 2017
Kok ya resolusi gitu lho, kayak kagak ada bahasan lain. Udah telat pula. Hahahaha.

Lumayan lama setelah terakhir kali postingan di blog ini muncul, rasanya berat juga ngumpulin niat buat nulis lagi. Setelah sempat terseok-seok dengan beberapa hal yang bisa dibilang kagak penting, tapi emang kadang kemauan itu muncul seketika, "mak bedunduk", tiba-tiba gitu aja.

Masih gamang mau nulis apa di postingan kedua tahun 2017, dan yang pertama tentang hal baru tahun ini. Mungkin sedikit bahas resolusi aja yang biasa dibilang telat banget buat ngomongin resolusi, secara sekarang udah bulan Maret 2016 dan 2 bulan kemaren, ngapain aja? :)

Ya itu dia, kagak ngapa-ngapain itu point yang bisa dibilang sia-sia banget. Sebenernya ngapa-ngapain sih, cuma lebih enggak ter-ekspose aja. Biar lebih secreat gitu lah. Hhahaha. Jadi beberapa bulan lalu di awal tahun ini, jadi bulan yang sulit buat saya untuk benar-benar move dari semuanya. Alhamdulillah setelah bisa sedikit berada di zona nyaman yang baru, saya coba lagi dengan tantangan yang baru lagi.

Melanjutkan studi adalah cita-cita terbesar saya sampai saat ini, Nah disini dilema dimulai. Saya inget banget saat posisi MOM, saat itu ada seorang Profesor yang menyampaikan ke semua yang hadir kurang lebih seperti ini, "Di era sekarang ini, banggalah dengan almamater Anda, tanpa melihat status negeri atau swasta, karena sejatinya menjadi Mahasiswa adalah bagaimana nantinya kita harus bisa bermanfaat untuk masyarakat, maka dari itu jadilah organik, dan bisa membaur dimanapun". Salah satu pemicu semangat buat sadar bahwa pendidikan itu penting bukan buat saya saja tetapi untuk masyarakat sekitar, untuk orang lain, minimal keluarga besar dan keluarga kecil saya.

Sedangkan menginjak 24 tahun bukan umur yang main-main lagi. Seharusnya udah mikir nikah sih tapi kok ya yang mau diajak nikah itu lho siapa? Hehehehe.. Planing cantik yang sering ketulis kalo maksimal di angka 26 udah bisa tinggal serumah sama yang disebut "istri" terpaksa ngambang. Nah kalo ngelanjutin studi dari D3 ke S1 paling cepet sih 2 tahun lagi, itu kalo lancar. Mepet kan? Nah kalo kejadian 3 tahun? Karena niatnya sih gak buru-buru di tempat yang baru. Sebenernya ada opsi lain, nikahnya saat masih kuliah, dan kerja juga. Sebenernya ide bagus sih, tapi balik lagi ke pertanyaam, sama siapa? Hahahaaha.

Tentang ngelanjutin studi, banyak yang dipikirin juga tentang jurusan yang kemudian diambil, gimana nanti kedepannya, ada mahasiswanya apa enggak, akreditasinya gimana, dan bla bla bla lain sebagainya. Tapi gak tahu lah pada akhirnya udah tercetus gitu aja bahwa ngambil keputusan sebenernya simple aja, ambil, jalani, yang jangan liat kebelakang. Udah,kita yang berusaha biar Allah yang ngurus hasilnya.

Harapanya sih semua lancar-lancar aja sambil nunggu (sembari usaha) yang mau diajak serumah itu tadi. Hahaha. Nulisnya juga semoga makin lancar, blognya makin banyak yang baca dan menginspirasi. Semoga aja sih dengan banyak jatuh bangun, banyak support juga yang masuk bisa jadi dorongan positif buat saya. Terima kasih juga sama semua yang tetep dukung sampai sekarang, terima kasih juga pergi di tengah jalan, dan terima kasih juga buat yang akan datang di masa depan nanti. Dan Alhamdulillah syukur sama Allah atas semua yang terjadi. 

Memilih pergi bukan hal yang mudah dijalani, kayak di banyak film yang pernah saya lihat, saya tahu kenapa seorang Alexander Supertramp memilih menuju ke alam liar setelah melihat film nya, saya juga tahu bagaimana susahnya Cheryl Strayed move dari kehidupannya yang kacau balau tapi akhirnya syahdu banget kan diakhirnya. Dan lagi perjuangan dari seorang Aron Raltson yang kagak menyerah untuk bertahan hidup walaupun pada akhirnya dia harus kehilangan salah satu lengannya. Dan bahkan dia kemudian menjalani kehidupannya dengan lebih hebat. Dan gak kalah istimewa seorang Nick Vujicic yang semua pasti tahu lah. Saya tahu betul karena saya terbentuk dari hal-hal menyakitkan juga, tidak melulu dengan hal-hal menyenangkan. "Pain makes people change", Pilihanmu berubah jadi baik atau buruk.:)

Jadi udah kebaca kan gimana resolusi untuk tahun 2017 ini? Hahahaha, jangan baper, itu mah cuma setingan buat yang baca jadi terharu. Hahahaha, pencitraan sedikit boleh lah. Jangan dianggap serius, asikin aja. Karena saya sadar bahwa saya gak akan bisa buat golonga Pro dan Kontra buat nyatuin pandangannya tentang saya. Yang Pro, biarlah pro, yang kontra biarlah kontra. Saya berterima kasih kepada semua yang sudah nyempetin baca. :)

Jangan lupa resolusi kalian juga ya, jangan jadi sekedar resolusi. Jangan lupa juga, nikah! Hahahaha..

Popular

Kurnia Agung Pamungkas a.k.a kagung13, Seorang blogger yang percaya bahwa menulis adalah cara terbaik mengabadikan moment dan pemikiran berharga dalam hidup.

Total Pageviews