Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Sajak Mandalawangi

Mandalawangi - Pangrango oleh Soe Hok Gie
Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku
Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
“hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah”
Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu
Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup
Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie
Salah satu puisi tersyahd…

Menikmati Kabut Pagi Dengan Susu Hangat dan Ransum

Kabut pagi itu sangat pekatnya hingga jarak pandang sangatlah terbatas. Hawa dingin dan air belaian kabut membasahi jaket yang tak kalah tebalnya dengan kabut. Saat itu pukul 07:00 WIB tapi kabut menutupnya serasa jam 5 pagi. Siapa yang peduli akan jam saat berada di sana. Yang ada hanyalah menikmati apa yang sedang kita rasakan. Hawa dingin adalah teman yang tepat saat ini. Kabut pagi menjadi pelukan yang nyaman bagi siapun saat itu. Sisa hujan semalam yang baru berhenti saat tengah malam mulai datang. Menyisakan kubangan air dan beberapa air tersisa di sekitas atap tempat berteduh kami.
Apalagi yang lebih enak daripada minuman hangat dan makanan sederhana. Yah, yg sederhana pun bisa jadi barang mewah di atas sana. Bukan kopi hangat yang kuminum saat itu, aku lebih suka susu hangat untuk menikmati pagi. Kopi terlalu mainstream menurutku. Yah, karena tiap orang punya penilaian berbeda dan persepsi tersendiri tentang hal yang mereka suka. Dengan wadah potongan botol aqua besar, dengan…

Review Film, Into The Wild

Mengobati kerinduan akan adventuring, saya coba nonton beberapa film bergenre adventure dan inilah yang saya temui kala menonton film Into The Wild. Kisah petualangan yang sangat mengispirasi bagi sebagian orang, meninggalkan kepalsuan dunia dan hisup menyendiri berkumpul dengan alam. Entahlah, kata-kata berkumpul dengan alam mungkin dimaknai berbeda bagi sebagian orang.


Film ini merupakan salah satu film biografi terbaik yang mengangkat kisah nyata kehidupan Christopher McCandless yang penuh drama, menjelma menjadi Alexander si Petualang Super -- menggantungkan hidup pada alam sepenuhnya, mengabaikan risiko apa pun, dan mencoba bertahan di tengah kebekuan dan kesunyian Alaska, The Last Frontier, dataran kejam yang tak kenal belas kasihan.

Cerita film ini dimulai saat Chris tiba di daerah terpencil sisi utara Taman Nasional Denali di Alaska pada Mei 1992. Dia menemukan sebuah bus ajaib yang terabaikan pemilikinya, dan menjadikannya sebagai tempat tinggal di alam liar itu. Pada awalny…

Puncak Mt. Prau - 2.565 Mdpl

Buat yang penasaran bagaimana cerita ini tiba-tiba terbawa sampai puncak, kaliah harus baca terlebih dahulu sekuelnya di :Pendakian Mt. Prau - 2.565 MdplMt. Prau - 2.565 Mdpl Saat itu, 28 November 2015 kala alarm jam berbunyi beep menandakan pergantian hari yaitu pukul 00:00:01 waktu Indonesia bagian Prau (:D). Yah, saat itu 00:00 terbangun dari dalam tenda karena suara alarm jam tangan sebelah saya. Suara gaduh para pendaki yang masih belum tidur menambah antusias untuk duduk dan menikmati malam dari dalam tenda. Tak keluar ataupun membuka tenda saat itu karena dinginya malam puncak Prau yang terasa menyengat untuk saya kala itu.
Tak terasa badanpun ambruk lagi menikmati hangatnya sleeping bed baru saya dan tertidurlah kembali hingga alarm handphone rutin berdering kala itu pukul 04:00. Suara ramai para pendaki mulai terdengar, Kukira Golden Sunrise terlihat sudah kala itu tapi ternyata setelah membuka tenda, kabut tebal masih menyelimuti dengan beberapa cahaya senten para pendaki y…

Pendakian Mt. Prau - 2.565 Mdpl

Previous Story Of Prau. Kalo yang binggung dengan posting "Pendakian Mt. Prau 2.565 Mdpl ini, kalian wajib baca terlebih dahulu postingan yang pertama ini, "Mt. Prau - 2.565 Mdpl"

Bismillahirokhmanirrokhim ...

Pendakian dimulai saat itu pukul 10:20 setelah selesai di Pos Perijinan atau BaseCamp, perjalanan dimulai. Track Pertama adalah menyusuri anak tangga menuju daerah perkebunan warga, belum terasa suasana hutan tetapi suasana alam pedesaan sangat kental dan nyaman.

Lolos dari jalur anak tangga, jalur jalan raya berbatu sedikit menanjak menjadi trek yang harus ditaklukan berikutnya, sampai di Tikungan POS I - Sikut Dewo.

Next Penjalanan naik lagi dengan trek meninggalkan areal perkebunan warga menuju hutan pius dan terlihatlah sebuah plakat hijau bertuliskan Canggul walangan. Ini dia POS II - Canggul Walangan


Naik lagi sepanjang perjalanan menikmati indahnya pemandangan dari balik hutan, Telaga Warna sangat menawan terlihat dari sini, Susunan kota Dieng pun tak kalah…

Mt. Prau - 2.565 Mdpl

"Saya rindu. Bukan dengan puncaknya. Tetapi dengan suasananya. Dengan orang-orangnya saat itu. Dengan keyakinan antara ganjil genap. Tentang menaklukan ego juga diri sendiri. Dan tentang nikmat Allah SWT dan rasa syukur terhadapNya. Ya, saya rindu, sangant rindu."
Kangen banget sama kegiatan tracking setelah terakhir kali, 2 Oktober 2015 yang lalu Mt. Penanggungan - 1653 Mdpl Alhamdulillah berhasil mendapat cerita dan pengalaman baru di sana. Balik lagi dengan postingan baru dan tentunya dengan cerita baru dari kagung13. Kali ini Alhamdulillah dapet kesempatan membuat cerita di salah satu ketinggian di Jawa Tengah. Di Wonosobo Tepatnya, Dataran tinggi Dieng, Pastinya sudah pada familiar kan? Oke, Bukan Kawah Si Kidang, Telaga Warna, Atau Puncak Si Kunir yang yang akan diceritakan di sini. Tapi Si 2.656 Mdpl yaitu Mt. Prau.

Berawal dari ajakan seorang temen (Ikha) yang Agustus lalu ketemu di Mt. Lawu, plan diatur untuk menghabiskan akhir bulan menuju ketinggian. Yah, saat it…

Mt. Lawu - 3.265 Mdpl

Hai guys, pa kabar hari ini? Gimana euforia 117 Agustus disana? Keren juga kan? :). Ketemu lagi sama saya, jalan-jalan lagi, eksplore sana sini lagi, kenalan sama alam indah ciptaan Tuhan ini. Yip 17 Agustus moment peringatan kemerdekanan negara tercinta kita NKRI. Indonesia ini surga men. Gak percaya? LIhat nih!

Gimana? Keren kan? Ini baru satu bro, masih ada ratusan spot keren di alam kita ini, Indonesia. Oke, langsung saja, saya mau share nih pengalaman pertama saya muncak. Cie, muncak men! Saya rasa saya ini udah keracunan film 5 cm sejak pertama lihat 2 tahun yang lalu. Tiap lihat foto temen-temen pada muncak rasanya kaki ini harus melangkah gak karuan. Nah ya selama ini alhasil ngeksplor 0 mdpl atau bukit-bukit, air terjun dan spot keren lainnya (baca artikel jalan-jalan lain saya). Nah alhamdulillah bisa juga muncak akhirnya hari itu, saya, kami bertujuh berdiri di atas bumi tapi dekat sekali dengan langit, dekat dengan Sang Pencipta. :)
Prepare dimula dari fixsasi personil. Y…